Setelah memahami apa itu investasi serta terkait dengan potensi keuntungan yang bisa kamu peroleh, penting kamu pelajari dasar-dasar dari instrumen investasi yang ada. Sehingga kamu bisa lihai memilih jenis investasi apa yang tepat bagi pemula atau ketika diberikan tugas oleh atasan untuk menjalankan bisnis perusahaan.
Berikut ini adalah beberapa jenis instrumen investasi yang dapat dipertimbangkan dan cara memulai investasi pada instrumen tersebut:
1. Deposit
Deposito adalah salah satu instrumen investasi yang cukup populer. Deposito sering dianggap sebagai tabungan berjangka karena prinsip kerjanya adalah dengan menyetor sejumlah uang dalam jangka waktu tertentu dengan imbal hasil yang bersifat tetap.
Instrumen investasi yang cocok untuk mengamankan dana dalam jangka pendek dengan risiko yang relatif rendah. Untuk memulai berinvestasi dalam deposito, Anda perlu menghubungi bank atau lembaga keuangan yang menawarkan produk investasi ini dan membuka rekening deposito sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Kewajiban
Selain itu ada obligasi, yaitu surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan janji untuk membayar kembali pokok utang beserta imbal hasil dalam jangka waktu tertentu. Kewajiban (kewajiban) dapat memperoleh pendapatan tetap dalam bentuk imbal hasil dan dianggap sebagai instrumen investasi yang lebih stabil daripada saham.
Untuk memulai berinvestasi dalam instrumen ini, Anda bisa membeli obligasi langsung dari penerbitnya atau melalui pasar sekunder.
3. Logam Mulia
Investasi dalam logam mulia, terutama emas, telah lama menjadi pilihan populer bagi banyak investor. Pasalnya, emas dianggap sebagai aset berharga yang cenderung stabil atau bahkan meningkat seiring waktu.
Anda dapat memulai investasi dalam logam mulia dengan membeli emas dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau koin emas, atau melalui pembelian produk investasi seperti emas batangan atau reksadana emas.
4. Reksadana
Reksadana adalah pola pengelolaan dana yang dikelola oleh manajer investasi (MI) dan diinvestasikan dalam berbagai instrumen pasar modal yang berbeda seperti saham, obligasi, dan pasar uang.
Investasi reksadana cocok untuk kamu yang ingin berinvestasi namun tidak memiliki waktu atau pengetahuan yang cukup untuk mengelola portofolio investasi sendiri. Anda bisa langsung membeli unit penyertaan melalui perusahaan manajer investasi atau platform dare khusus yang menyediakan layanan tersebut.
5. Saham
Investasi saham adalah salah satu cara untuk memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan dan memperoleh keuntungan dari pertumbuhan nilai perusahaan serta pembagian dividen.
Meski sering dianggap sebagai instrumen investasi yang memiliki potensi keuntungan tinggi, namun saham juga memiliki risiko yang sesuai. Langkah awal kamu perlu membuka rekening efek di perusahaan sekuritas dan melakukan pembelian saham sesuai dengan analisis dan strategi tertentu.
6. Properti
Investasi dalam properti, seperti rumah atau apartemen, dapat menjadi pilihan yang menguntungkan dalam jangka panjang. Alasannya, properti cenderung mengalami apresiasi nilai atau kenaikan harga seiring berjalannya waktu, dan Anda juga dapat memperoleh pendapatan pasif dari menyewakan properti tersebut.
Namun untuk berinvestasi pada properti, Anda perlu melakukan riset pasar, mencari properti yang sesuai dengan anggaran dan tujuan investasi, hingga mempertimbangkan aspek perizinan dan peraturan yang berlaku.
7. Pinjaman P2P
Peer to peer (P2P) lending adalah suatu kegiatan peminjaman modal antara investor dengan peminjaman melalui platform bold. Sebagai pemberi pinjaman, Anda dapat memulai berinvestasi dalam sistem ini dengan mendaftar sebagai investor dan memilih peminjam atau pengusaha kecil dan mikro yang sesuai dengan toleransi risiko maupun tujuan investasi.
8. Asuransi
Ketika kamu mendengar asuransi jiwa berjangka, pasti yang terlintas adalah berbagai keuntungan. Asuransi berguna untuk melindungi diri sendiri, keluarga serta berbagai aset seperti rumah, kendaraan, dll. Jika asuransi secara umum masuk akal sebagai perlindungan, asuransi juga bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang baik.
Tips Cara Melakukan Investasi Agar Memperoleh Keuntungan
Berikut tips melakukan investasi agar mendapatkan keuntungan, sebagai berikut:
1. Memiliki Tujuan Yang Jelas
Menentukan tujuan sejak pertama kamu memulai investasi sangat bagus. Hal ini agar kamu terhindar dari kesulitan untuk menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil. Sasaran menentukan jenis investasi apa yang harus dilakukan, mulai dari kerangka waktu hingga jenis investasi dan tujuan.
2. Dapat Menilai Seberapa Banyak Modal Yang Bisa Disiapkan
Tahap ini menjelaskan uang atau aset yang kamu miliki saat ini. Saat ini, kamu bisa berinvestasi dengan modal kurang dari Rp100.000. Modal juga mempengaruhi jenis investasi seperti emas, saham dan real estate.
3. Memahami Resiko Pada Diri Sebagai Investor dan Jenis Investasi Yang Diambil
Segala sesuatu yang berhubungan dengan perputaran uang tidak lepas dari faktor untung rugi. Risiko untuk diri sendiri berarti kinerja keuangan. Tentu jika kamu memutuskan untuk berinvestasi, siapkan sejumlah uang terlebih dahulu, baik di awal maupun dalam prosesnya. Hal lainnya, penting untuk terlebih dahulu melunasi hutang dengan jangka waktu pendapatan yang stabil dan dana tambahan.
4. Perhatikan Aspek Legalitasnya (Memastikan Sesuai Dengan Bidang Usahanya)
Setelah mengetahui jenis dan produk investasi yang dibutuhkan, pada saat membeli produk investasi perlu ditentukan apakah agen penjual atau penyedia telah memperoleh izin usaha yang sesuai dengan kegiatan usaha.
5. Pahamilah Siapa Regulatornya
Pastikan kamu mengetahui siapa otoritas pengawas yang mengawasi perusahaan yang menjual dan menyediakan produk investasi. Ini diperlukan jika sesuatu terjadi di masa depan.
6. Bacalah Ketentuan Yang Berkaitan Dengan Produk Secara Seksama
Aturan produk harus dibaca dengan cermat. Hal ini untuk memastikan bahwa konsumen memahami sepenuhnya hak dan kewajiban, manfaat, biaya, dan risiko yang terkait dengan produk.
Risiko Investasi
Selain cara memperoleh keuntungan dalam berinvestasi, penting pula kamu ketahui sisi negatif atau resiko yang dihadapi dalam investasi. Berikut risiko investasi, yakni:
Istilah “risiko tinggi, imbalan tinggi”. Itu artinya, semakin tinggi potensi pengembalian investasi akan semakin tinggi pula risikonya. Sebaliknya, produk dengan potensi pengembalian rendah biasanya berisiko lebih rendah.
Misal dalam instrumen deposito berjangka memiliki kelemahan yaitu memiliki imbal hasil yang relatif rendah dibandingkan dengan produk lainnya. Sebaliknya, saham atau saham biasanya tergolong memiliki potensi kenaikan yang besar, namun resikonya relatif tinggi jika dibandingkan dengan komoditas seperti deposito dan obligasi.
Contoh lain adalah berinvestasi dalam investasi cryptocurrency, yang saat ini berkembang pesat karena potensi keuntungannya yang sangat tinggi, juga dikenal sebagai “risiko tinggi, pengembalian tinggi”. Risikonya adalah nilai aset kripto dapat menurun dengan cepat dan drastis.
Jumlah Investor Saham di Indonesia didominasi oleh Millennial dan Gen Z
Jumlah investor saham mencapai 4 juta pada tahun 2022 menurut data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan 99,79% adalah investor individu lokal. Puncaknya saat Covid-19 di mana jumlah investor terus meningkat. Itu artinya masyarakat Indonesia sadar akan berinvestasi dan menjadikan pasar modal sebagai alternatif. Kemudian, investor saham didominasi oleh investor berusia di bawah 40 tahun, antara lain milenial dan gen Z yang berprofesi sebagai karyawan swasta, pegawai negeri, guru atau pelajar.
Menurut survei yang dilihat, bahwa para investor masih fokus di pulau Jawa terutama yang berada di wilayah Jakarta. Salah satu faktornya juga terkait kemudahan membuka rekening secara online seperti AKSES dan EASY. Oleh karena itu, inilah saatnya kamu mencoba berinvestasi karena banyak cara dan aplikasi investasi yang ditawarkan sangat mudah diikuti. Jadi , pastikan kamu untuk update berbagai artikel mengenai keuangan demi menjaga kestabilan perekonomian.
Baca Juga: Tujuan, Manfaat, dan Keuntungan Memulai Investasi Sejak Muda
Intinya, dengan mengetahui cara-cara investasi untuk mendapatkan keuntungan, Anda bisa terhindar dari risiko. Oleh karena itu, Anda perlu peka terhadap perubahan dan juga risiko atau kerugian saat berinvestasi. Ada waktu kamu memperoleh keuntungan dan juga merugi. Hal itu wajar ketika kamu memulainya pada tahun pertama. Semoga artikel ini dapat membantu ya!