Saham merupakan instrumen investasi paling diminati oleh investor pemula. Selain itu, saham cukup mudah diikuti dengan berbagai panduan di internet. Banyak orang berinvestasi di pasar saham untuk mendapatkan keuntungan finansial yang signifikan, namun tidak semua orang memahami dengan jelas bagaimana saham bekerja. Jika kamu tertarik dengan investasi saham ini, silakan simak penjelasan lengkap di dalam artikel ini.

Apa Itu Saham?

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan seseorang terhadap sebuah perusahaan. Ketika sudah membeli saham, saat itu juga kamu menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut. Besaran nilai yang kamu punyai tergantung berapa besar bagian saham yang kamu beli.

Saham diperdagangkan di pasar saham, yang biasanya dikelola oleh bursa efek seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk pasar saham Indonesia. Pemilik saham berhak atas sebagian keuntungan yang diperoleh perusahaan, hal ini disebut dividen, serta berpotensi mendapatkan keuntungan jika harga saham naik.

Cara Kerja Saham di Pasar Modal

Pasar saham sendiri merupakan kegiatan yang mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli saham. Proses transaksi saham dapat dijelaskan dalam beberapa langkah berikut:

1. Penawaran Saham oleh Perusahaan

Perusahaan yang membutuhkan dana untuk ekspansi atau kebutuhan lainnya dapat mengeluarkan saham kepada publik melalui proses yang disebut Initial Public Offering (IPO). Setelah IPO, saham perusahaan tersebut mulai diperdagangkan di pasar sekunder, yang merupakan pasar saham itu sendiri.

2. Mekanisme Perdagangan Saham

Setelah saham tercatat di bursa efek, saham tersebut dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui broker saham yang terdaftar. Broker bertindak sebagai perantara antara investor dan pasar saham. Investor membeli saham dengan harapan harga saham tersebut akan naik di masa depan, sementara investor yang menjual saham berharap mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli.

3. Harga Saham dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, berita pasar, serta sentimen investor. Secara umum, jika perusahaan menunjukkan kinerja yang baik dan memiliki prospek yang cerah, harga sahamnya cenderung naik. Sebaliknya, jika kinerja perusahaan menurun atau ada berita negatif, harga saham bisa turun.

Jenis-Jenis Saham yang Perlu Diketahui

Terdapat beberapa jenis saham yang dapat dipilih oleh investor berdasarkan tujuan dan profil risiko mereka. Berikut adalah beberapa jenis saham yang umum diperdagangkan di pasar modal: 

1. Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa adalah jenis saham yang paling sering diperdagangkan. Pemegang saham biasa memiliki hak untuk memilih dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) dan berhak atas dividen, meskipun dividen ini tidak dijamin.

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham preferen memberikan prioritas bagi pemegangnya dalam hal pembagian dividen dan hak klaim jika perusahaan dilikuidasi. Namun, pemegang saham preferen tidak memiliki hak suara dalam RUPS.

3. Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan besar dan mapan dengan reputasi yang baik dan stabil. Saham jenis ini sering dianggap sebagai pilihan yang aman bagi investor yang menginginkan kestabilan dan dividen yang konsisten.

Bagaimana Cara Investor Mendapatkan Keuntungan dari Saham?

Pegiat saham perlu mengetahui peluang keuntungan yang diperoleh dengan maksimal. Ada dua cara utama bagi investor untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham:

1. Capital Gain (Keuntungan Modal)

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh ketika investor menjual saham pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli. Misalnya, jika kamu membeli saham dengan harga Rp 100.000 dan kemudian menjualnya dengan harga Rp 120.000, kamu memperoleh capital gain sebesar Rp 20.000.

2. Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Tidak semua saham membayar dividen, tetapi perusahaan yang stabil dan menguntungkan biasanya memberikan dividen secara teratur. Dividen dapat dibayarkan dalam bentuk uang tunai atau tambahan saham.

Risiko yang Terkait dengan Investasi Saham

Meskipun saham memiliki potensi keuntungan yang tinggi, investasi saham juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Beberapa risiko utama dalam investasi saham antara lain:

1. Fluktuasi Harga Saham

Harga saham dapat berfluktuasi secara drastis dalam jangka pendek, yang dapat menyebabkan kerugian bagi investor jika mereka tidak berhati-hati. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi, sentimen pasar, dan kinerja perusahaan.

2. Risiko Perusahaan

Jika perusahaan tempat kamu berinvestasi mengalami kesulitan keuangan atau bahkan kebangkrutan, kamu pun bisa kehilangan seluruh investasi yang telah kamu upayakan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset yang mendalam sebelum memutuskan membeli saham sebuah perusahaan.

3. Risiko Pasar

Pasar saham dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal seperti inflasi, suku bunga, dan kebijakan pemerintah. Ketidakpastian ekonomi dapat membuat pasar saham bergerak tidak menentu dan mempengaruhi nilai saham yang dimiliki.

Tips Memulai Saham untuk Pemula

Setiap instrumen dalam investasi pasti berpeluang untung atau berisiko. Oleh karena itu, alangkah baiknya kamu perhatikan tips di bawah ini untuk kamu yang baru memulai investasi saham, berikut beberapa tips yang dapat membantu:

1. Lakukan Riset Terlebih Dahulu

Sebelum membeli saham, penting untuk melakukan riset terhadap perusahaan yang kamu minati. Pelajari laporan keuangan, prospek industri, serta faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi harga saham.

2. Diversifikasi Portofolio 

Diversifikasi adalah strategi untuk mengurangi risiko dengan cara membeli saham dari berbagai sektor dan perusahaan. Dengan cara ini, kerugian dari satu saham dapat diimbangi dengan keuntungan dari saham lainnya. Caranya dengan mengkategorikan saham kemudian menentukan rasio tiap aset. Pertimbangkan juga risiko dan tahap evaluasi.

3. Bersabarlah dan Berinvestasi untuk Jangka Panjang

Investasi saham biasanya lebih menguntungkan jika dilakukan untuk jangka panjang. Pasar saham sering mengalami volatilitas, tetapi dalam jangka panjang, saham cenderung menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

Memahami cara kerja saham adalah langkah pertama yang penting bagi siapa saja yang ingin berinvestasi di pasar saham. Dengan mengetahui bagaimana saham diperdagangkan, jenis-jenis saham, cara mendapatkan keuntungan, tips memulai saham serta risiko yang terlibat, kamu dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan terinformasi. Selalu ingat untuk melakukan riset, mengelola risiko dengan bijak, dan berinvestasi dengan sabar untuk mencapai tujuan keuangan kamu.

Baca Juga: Jenis-jenis Instrumen Investasi: Ketahui Peluang Investor Masa Kini!

Setelah memahami cara kerja saham, kamu tinggal memulai saham dari level basic saham, level basic tahap dua, analisis fundamental basic, serta analisis fundamental ala Warren Buffett yang dapat dipelajari di internet. Penting juga untuk memantau berita terkait emiten atau perusahaan penjual saham dan fundamental makro maupun industri di berbagai sumber. Semoga artikel ini dapat membantu ya!