
Salah satu investasi yang paling menarik hati adalah bisnis properti. Karena harganya yang cenderung naik, properti sangat cocok untuk persiapan dana pensiun. Terlebih lagi, dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang promosi akan semakin banyak pelanggan serta bisa mendapatkan pasar yang lebih luas.
Nah, jika ingin tahu lebih lanjut mengenai bisnis properti dan bagaimana cara memulainya, yuk simak artikel berikut ini!
Apa Itu Bisnis Properti?
Bisnis properti merupakan usaha di bidang kepemilikan aset, contohnya seperti bangunan dan tanah. Cara melakukan bisnis ini sendiri yaitu dengan melakukan jual beli atau menyewakan bangunan untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, banyak orang yang pasti tertarik dengan pilihan investor properti. Selain investasi jenis ini bersifat jangka panjang yang mampu mengamankan finansial di masa tua, risiko properti cenderung relatif rendah.
Contoh investasi properti biasanya dapat dilihat dari berbagai kegiatan jual beli atau penyewaan apartemen, perumahan, vila, hingga kos. Tidak hanya jenis perumahan, contoh investasi properti juga bisa berupa bangunan untuk tujuan komersial, seperti mal, ruko, hotel, hingga gedung perkantoran.
Faktanya, dalam memulai peluang bisnis properti, Anda perlu memberi tahu peran agen properti yang menjadi pihak perantara antara pembeli dengan penjual properti. Jika kamu seorang pembeli, kehadiran agen properti berfungsi untuk memberikan saran properti sampai transaksi dan urusan dokumen legal agar kamu tidak tertipu. Sedangkan, jika posisi kamu adalah penjual properti, seorang agen dapat membantu dalam pemasaran hingga proses transaksi penjualan properti terjadi.
12 Cara Berinvestasi Properti untuk Pemula
Lalu, bagaimana cara memulai investasi properti bagi pemula agar terhindar dari kekeliruan? Sebagai investasi jangka panjang, bisnis properti bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, bisnis ini perlu persiapan yang matang agar mencapai keuntungan yang maksimal.
Berikut cara berinvestasi memulai bagi pemula yang harus kamu ketahui!
1. Melakukan Riset Pasar
Salah satu panduan memulai bisnis properti adalah melakukan riset pasar terlebih dahulu. Riset ini bertujuan untuk memastikan harga properti di pasar, survei lokasi, hingga risiko yang mungkin terjadi.
Di sisi lain, dengan melakukan riset pasar, kamu juga bisa mendapatkan ide bisnis properti dan mencari lokasi pembangunan yang strategis, lho! Sebab, lokasi yang strategis umumnya dicari oleh banyak orang dan nilai jualnya cenderung lebih tinggi.
2. Mencari Peluang dan Membangun Relasi
Menurut pepatah bahwa jika ingin menjadi ahli perlu belajar dengan orang yang lebih profesional. Maka, langkah yang lebih baik untuk membangun hubungan dengan pengusaha untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan. Dikarenakan, ketika kamu memiliki hubungan dengan pengusaha properti, ada nilai plus yang akan kamu punya dengan berpeluang memulai bisnis tanpa modal.
Alih-alih menjadi reseller , kamu hanya perlu mengumpulkan segenap informasi tentang properti yang dijual atau disewakan dan melakukan promosi. Sehingga kamu bisa memperoleh keuntungan maksimal dari hasil jual tadi.
3. Penyediaan Modal
Membangun bisnis properti tidak seperti yang dibayangkan. Modal yang dipersiapkan juga tidak sedikit. Perlu persiapan anggaran untuk membeli atau membangun properti, merawat, hingga melakukan promosi. Oleh karena itu, Anda memerlukan persiapan jauh-jauh hari seperti dalam berinvestasi atau mengajukan kredit di bank.
4. Memaksimalkan Kualitas
Bisnis di bidang properti yang banyak diminati orang membuat Anda harus berhadapan dengan banyak pesaing di luar. Nah, agar usahamu bisa bersaing dengan kompetitor lainnya, cara memulai bisnis properti yang bisa kamu lakukan adalah memaksimalkan kualitas bangunan. Kamu bisa menawarkan sejumlah keunggulan, seperti lokasi strategis atau fasilitas perumahan yang mumpuni. Dengan begitu, pembeli pun akan tertarik terhadap bisnismu.
Selain itu, seorang agen properti wajib memiliki beberapa hard skill dan soft skill yang dibutuhkan. Beberapa di antaranya adalah pemasaran, berbicara di depan umum dan keterampilan persuasif seperti pendengar yang baik.
5. Memanfaatkan Media Sosial untuk Promosi
Kamu bisa memanfaatkan ruang media sosial untuk mempromosikan bisnis properti kamu. Melalui media sosial, informasi akan lebih mudah disebarkan dan terjangkau oleh berbagai kalangan. Kamu bisa mengeksplor bisnismu melalui konten promosi atau iklan yang memanjakan mata. Selain itu, tersedia juga website, marketplace , maupun forum jual beli lainnya.
6.memberikan pekerjaan yang sama
Langkah berikutnya dalam menjalankan bisnis properti bagi pemula adalah menawarkan kerja sama dengan penjual. Tentunya, cara yang perlu kamu lakukan yaitu mengadakan kesepakatan atau aturan bersama untuk menghindari risiko kerugian kedua belah pihak. Selain itu, kerja sama juga menimbulkan tingkat kepercayaan.
7. Belajar dan Memahami Pasar Properti
Selanjutnya, kamu perlu memahami pengetahuan mendalam tentang pasar properti. Pelajari tren pasar, harga properti, lokasi strategis, dan jenis properti yang diminati. Dari pengetahuan yang baik lewat membaca beragam istilah bisnis properti, kamu bisa mengetahui peluang investasi yang menguntungkan dan risiko yang bisa dihindari.
8. Mulai dari Properti Kecil
Bagi seorang pemula, sebaiknya memulai bisnis properti dalam bentuk kecil seperti rumah kontrakan atau kos-kosan. Properti kecil memerlukan modal yang kecil dan lebih mudah dikelola. Anda juga otomatis membayangkan dalam mengelola properti dan mengetahui dinamika atau cara kerja pasar yang meminimalkan risiko.
9. Gunakan Jasa Agen Properti
Pertimbangan untuk berkonsultasi dengan jasa agen properti profesional adalah langkah bijak. Pasalnya, kamu bisa dengan jelas mengetahui jenis properti yang sesuai dengan kebutuhan dan budget kamu. Agen properti memiliki pemahaman dan jaringan yang luas. Maka, melalui agen kamu bisa mendapat saran dan panduan ahli terhadap kegiatan jual beli properti.
10. Manfaatkan Kredit atau Pinjaman
Selain itu, kamu bisa memanfaatkan kredit atau pinjaman sebagai cara efektif untuk memulai bisnis properti tanpa harus menunggu untuk memiliki modal besar. Pastikan juga memahami syarat dan ketentuan pinjaman, serta menghitung kemampuan melunasi cicilan agar keuangan tetap stabil.
11. Renovasi dan Penjualan Kembali
Pada saat mengelola properti kamu pun harus lebih cerdas lewat trik satu ini. Yakni, strategi dalam membeli properti yang membutuhkan perbaikan atau kamu juga bisa melakukan teori lalu menjualnya lagi dengan nominal yang lebih tinggi. Anda pun memerlukan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang tepat agar memperoleh keuntungan secara berkala.
12. Perhatikan Aspek Hukum
Memperhatikan aspek hukum adalah hal yang paling penting untuk menghindari masalah di kemudian hari. Pastikan untuk memiliki sertifikat legal dari sebuah properti yang menjadi hak milik Anda. Susun semua dokumen penting dalam satu berkas meliputi dokumen legal, surat perizinan, dan peraturan yang berlaku di daerah tersebut. Konsultasikan juga dengan ahli hukum jika diperlukan
Sumber Pendapatan Utama Dalam Berinvestasi Properti
Kamu sudah memahami 12 cara berinvestasi properti bagi pemula yang telah dirangkum di artikel ini. Langkah berikutnya, ketahui sumber pendapatan utama yang barangkali berguna sebagai kiat sukses kamu menjalani bisnis!
Sebelum mengetahui apa saja keuntungan yang diperoleh dari investasi properti, ada baiknya untuk belajar cara-cara potensial menuju keuntungan maksimal. Namun, bukan semata-mata hanya berjualan properti, tetapi kamu perlu mengetahui sumber pendapatan utama dari properti yang dibagi menjadi tiga segmen, yakni:
- Penjualan properti, bisa berupa tanah kavling, rumah tapak, dan apartemen.
- Recurring Income atau Pendapatan Berulang, bisa kamu peroleh dari pendapatan sewa misal, penyewaan di mall, sewa kantor, tempat operasional, dll.
- Jasa Manajemen, misalnya layanan dan pemeliharaan.
Dari sumber ketiga di atas, kamu bisa fokus memilih metode yang memberikan kontribusi secara signifikan dan lebih efisien seperti penjualan properti dan pendapatan berulang.
Jenis-jenis Perusahaan Properti Berdasarkan Sumber Pendapatan dan Model
Selain itu, berdasarkan sumber pendapatan tersebut perusahaan properti dapat dibagi melalui tiga jenis model bisnis. Berikut jenisnya yang sebaiknya kamu pahami masing-masing perbedaannya.
- Properti Residensial → Biasanya perusahaan akan membangun dan menjual properti yang dikhususkan untuk tempat tinggal. Misalnya rumah tapak, dan apartemen.
- Properti Komersial → Biasanya perusahaan akan membangun tempat yang bisa disewakan seperti mall, kantor, hotel, tempat rekreasi, dll
- Properti Industri → Biasanya perusahaan akan mengubah lahan miliknya menjadi kawasan industri yang kemudian dijual ke perusahaan manufaktur atau bisa juga disewakan untuk pabrik.
Tiga model bisnis ini bisa saja dimiliki oleh perusahaan properti, namun yang membedakannya adalah proporsi terhadap total pendapatannya. Intinya, model bisnis disesuaikan kembali dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Anda juga perlu menyesuaikannya dengan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Hal ini perlu diperhatikan karena nantinya dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk memutuskan apakah faktor tersebut menjadi sentimen positif yang bisa menguntungkan atau sebaliknya.
Keuntungan Bisnis Properti
Setelah mengetahui panduan bisnis properti bagi pemula, serta cara-cara mendapatkan keuntungan sebagai pijakan awal. Kamu juga perlu memahami bahwa usaha ini memiliki beragam keuntungan lho !.
Adapun beberapa keuntungan bisnis properti adalah sebagai berikut.
1. Harga Cenderung Naik
Salah satu keuntungan investasi properti adalah harga yang terus naik. Pasalnya, bisnis properti, seperti perumahan, termasuk sebagai kebutuhan primer manusia untuk mendapatkan tempat tinggal, sehingga akan banyak orang yang mencarinya. Selain itu, meningkatnya populasi penduduk setiap tahunnya juga membuat luas kawasan layak huni semakin menipis. Itu lah sebabnya, harga properti cenderung naik setiap tahunnya.
2. Dapat Dijadikan Sebagai Aset
Keuntungan bisnis properti lainnya dapat dijadikan sebagai aset. Sebab, meskipun harga properti mengalami penurunan, nilai jual tersebut bisa kembali normal dengan cepat. Oleh karena itu, bisnis ini bisa dijadikan aset untuk mempersiapkan masa depan yang cemerlang.
3. Resiko Relatif Rendah
Terakhir, keuntungan bisnis properti adalah memiliki risiko yang relatif rendah. Pasalnya, dunia usaha ini tidak akan terkena dampak inflasi. Selain itu, nilai jualnya cenderung naik secara signifikan, sehingga kamu akan lebih untung. Bukan hanya itu, kebijakan sewa juga bisa dilakukan secara kredit sehingga lebih mudah dilaksanakan.
Baca Juga: Cara Cerdas Berinvestasi di Obligasi: Strategi Meraih Keuntungan
Ya, itu tadi penjelasan dasar mengenai apa itu properti, jenis-jenis model bisnis dalam properti.
Bagaimana cara berbisnis properti untuk pemula serta keuntungan bisnis properti. Dengan memahami pembahasan di dalam artikel ini, mungkin dapat menjawab pertanyaan Anda dan kamu pun semakin siap untuk melakukan bisnis properti dengan efisien dan aman. Semoga artikelnya dapat membantu ya!