
Bagi para pebisnis, millennial, atau mereka yang menuju masa pensiun, memiliki strategi keuangan yang baik adalah kunci mencapai tujuan keuangan yang berkepanjangan. Di artikel kali ini akan membahas langkah-langkah dalam menetapkan tujuan keuangan jangka panjang menggunakan prinsip SMART. Apa itu prinsip SMART? Langsung saja simak pembahasan di bawah ini.
Pengertian Metode SMART
Prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) merupakan metode perencanaan keuangan agar tujuan finansial kamu bisa terukur, realistis, dan jelas. Berikut uraian dari lima elemen SMART supaya kamu lebih paham dalam menetapkan tujuan finansial jangka panjang.
1. Specific
Elemen pertama ini menerangkan bahwa pentingnya menentukan tujuan finansial yang jelas dan terfokus. Tujuan finansial nantinya akan menunjang keberlangsungan hidup. Pilihan bisa disesuaikan misal keinginan membeli rumah sesuai tipe dan lokasi yang kamu inginkan. Hal ini supaya kamu sudah mematangkan gambaran misalnya tujuan berinvestasi untuk hari tua.
2. Measurable
Elemen yang kedua mengupayakan agar kamu hendak memiliki indikator yang bisa diukur. Saat ketika ingin membeli rumah, pastikan terlebih dahulu besaran cicilan yang perlu kamu bayar.
3. Achievable
Elemen ketika memiliki maksud realistis dan sesuai dengan kemampuan. Seperti kamu yang mulai memperkirakan dan menyusun besaran dana yang harus disisihkan. Tahap ini juga meliputi evaluasi pengeluaran rutin dan menentukan strategi terbaik.
4. Relevant
Relevan di sini punya arti sejalan dengan prioritas dan kebutuhan hidup. Relevan terhadap kemampuan finansial dengan memaksimalkan pengeluaran sesuai kebutuhan. Hindari menetapkan tujuan hanya karena mengikuti orang lain.
5. Time-bound
Memiliki batas waktu yang jelas. Di sini kamu pun mulai menentukan timing atau prediksi waktu yang jelas kapan tujuan finansial bisa tercapai.
Contoh Tujuan Keuangan Jangka Panjang dengan SMART:
Berikut lebih jelasnya mengenai ilustrasi tujuan keuangan jangka panjang melalui prinsip SMART, kelima aspek di bawah merupakan prioritas utama dalam menunjang kesejahteraan hidup.
-
Menabung untuk membeli rumah
Saat kamu sudah menetapkan tujuan finansial, artinya keuangan kamu terarah atau dikatakan terencana dalam jangka panjang. Maka tabungan perlu disesuaikan dengan capaian yang ingin diraih. Misal memantapkan tujuan untuk membeli sebuah rumah masa depan.
-
Mempersiapkan dana pendidikan anak
Persiapan tabungan pendidikan bagi anak kian penting. Tentunya kamu bisa mempertimbangkan arah pendidikan anak dengan kebutuhan biaya sekolah. Serta menyesuaikan dengan gaya hidup. Di samping itu, kamu perlu memikirkan dana darurat untuk kebutuhan mendesak lainnya.
-
Merencanakan dana pensiun
Mengatur dana pensiun untuk digunakan kemudian hari dapat berguna menekan pengeluaran dan pemasukan. Kamu juga bisa melakukan bisnis sampingan sembari menikmati dana pensiun yang telah kamu atur untuk operasional pengeluaran.
-
Membangun portofolio investasi untuk generasi penerus
Salah satu contohnya dengan mengambil portofolio kesehatan berupa aset yang berkaitan dengan investasi kesehatan. Hal ini agar kamu memperoleh imbal hasil di masa depan. Memelihara diversifikasi aset juga dilakukan guna mencegah kamu dari risiko investasi. Selain itu, kamu juga dapat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, dan olahraga teratur.
-
Melunasi hutang hipotek atau pinjaman lainnya
Lunasi pembayaran yang sudah dekat tanggal jatuh tempo. Catat beberapa pinjaman dari saldo yang berjumlah besar dan dahulukan pembayaran tersebut.
Cara Efektif Menerapkan SMART untuk Perencanaan Keuangan Pribadi
Setelah memahami prinsip SMART dan identifikasi beberapa contoh di tiap elemennya, saatnya kamu memahami cara-cara efektif dalam implementasi SMART. Berikut penerapan SMART dalam perencanaan keuangan pribadi jangka panjang, yaitu:
- Mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas.
- Menyesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini.
- Menggunakan alat bantu seperti aplikasi perencanaan keuangan.
Dengan menerapkan cara-cara di atas demi menuju penetapan keuangan berjangka panjang, pastikan untuk memilih dengan waspada setiap langkah yang diberikan. Alangkah baiknya untuk terus memahami pedoman SMART agar tetap konsisten menyesuaikan dengan kemampuan finansial serta penggunaan instrumen pengatur keuangan yang terjaga keamanannya.
Baca Juga: Pahami Siklus Pasar, Fase dan Waktu untuk Investasi!
Itu tadi pembahasan terkait contoh penerapan SMART untuk rencana finansial jangka panjang. Selain itu, dengan menggunakan prinsip SMART, kamu dapat lebih terorganisir dalam mengelola finansial. Semoga artikel ini bermanfaat ya!