
Akhir pekan atau waktu luang sering dijadikan kesempatan bagi sebagian orang untuk berolahraga. Banyak orang beranggapan bahwa olahraga dilakukan hanya untuk kebugaran fisik dan kesehatan tubuh secara umum. Namun manfaatnya tidak hanya itu, berbagai penelitian membuktikan kalau aktivitas fisik bisa memiliki dampak besar terhadap kesehatan otak.
Untuk memiliki kesehatan otak yang baik dalam jangka panjang seperti menjaga fungsi kognitif dan kesejahteraan mental, kamu bisa mulai rutin berolahraga. Selain itu, olahraga bisa menjaga tubuh agar terhindar dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Penyakit Alzheimer adalah gangguan otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku. Penumpukan protein yang tidak normal yang mengganggu fungsi sel-sel saraf otak menyebabkan penyakit Alzheimer.
Penyakit ini dapat memburuk seiring waktu sehingga penderitanya tidak lagi mampu melakukan pekerjaan sehari-hari. Risiko penyakit tersebut bisa berdampak sangat buruk bagi kehidupan sehari-hari, berikut penjelasan bagaimana olahraga bisa memengaruhi kesehatan otak.
1. Meningkatkan Aliran Darah ke Otak
Saat berolahraga, detak jantung meningkat sehingga memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Otak adalah organ yang sangat bergantung pada pasokan darah untuk berfungsi dengan baik. Aliran darah yang lancar bisa membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel otak untuk bekerja secara optimal.
Selain itu, olahraga bisa membantu pembentukan pembuluh darah di otak. Hal ini bisa berkontribusi dengan baik pada peningkatan kapasitas kognitif dan daya ingat. Seiring bertambahnya usia, volume otak cenderung mengalami penyusutan terutama pada area yang berhubungan dengan daya ingat.
2. Meningkatkan Produksi Hormon
Olahraga bisa merangsang produksi berbagai hormon yang penting bagi kesehatan otak kamu lho. Salah satunya hormon endorfin. Hormon ini berfungsi sebagai penghilang rasa sakit dan menghasilkan perasaan senang. Hormon endorfin juga dapat memberikan energi positif. Dikenal sebagai hormon kebahagiaan, hormon ini bisa mengurangi stres yang dialami.
Selain itu, olahraga bisa memproduksi hormon dopamin. Jika diproduksi dalam jumlah yang tepat, hormon ini bisa meningkatkan suasana hati seseorang, menyebabkan mereka merasa lebih senang dan bahagia. Jika hormon ini kurang, suasana hati akan menjadi buruk, bahkan meningkatkan risiko depresi. Hormon ini juga bisa meningkatkan daya konsentrasi.
Olahraga dapat membantu meningkatkan produksi hormon serotonin. Jika kadar hormon serotonin dalam darah normal, tidak lebih atau kurang, maka dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Beberapa manfaatnya termasuk mencegah depresi dan mengatur suasana hati, nafsu makan, dan kualitas tidur.
Hormon serotonin adalah salah satu bahan kimia yang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal antar sel saraf.
3. Meningkatkan Fungsi Kognitif
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga memiliki peran besar dalam meningkatkan fungsi eksekutif otak. Beberapa fungsinya yaitu kemampuan merencanakan, membuat keputusan, dan mengendalikan impuls.
Aktivitas fisik seperti olahraga terutama yang melibatkan koordinasi dan ketangkasan dapat mengembangkan daya ingat. Walaupun seiring berjalannya waktu volume otak mengecil dan performanya akan menurun, kamu sebaiknya tetap berusaha menjaga kesehatan otak kamu agar tidak mengalami penurunan daya ingat di umur yang cukup dini.
Latihan olahraga dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi karena bisa membantu mendistraksi dari pikiran negatif dan gangguan mental. Hal ini penting bagi pelajar dan pekerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Selain itu dengan rutin berolahraga, kamu akan tercegah dari risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Jenis Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Otak
Latihan olahraga yang berbeda, akan memberikan manfaat yang berbeda pula. Tidak semua olahraga memiliki manfaat yang sama bagi otak. Kamu bisa mempertimbangkan jenis-jenis olahraga berikut yang cocok dengan kebutuhanmu.
- Olahraga Aerobik: Olahraga ini bisa dilakukan dengan jalan cepat, berlari, berenang, dan bersepeda. Aktivitas ini bisa membantu meningkatkan aliran darah ke otak.
- Latihan Ketahanan: Selain meningkatkan massa otot, latihan ini dapat mengurangi risiko gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, dan Demensia.
- Yoga dan Meditasi: Aktivitas ini dilakukan dengan menggabungkan pernafasan, keseimbangan, dan fokus mental. Latihan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan otak dan ketenangan mental.
- Olahraga Berbasis Strategi: Olahraga yang melibatkan koordinasi otak dan tubuh, serta membutuhkan pengambilan keputusan cepat sangat bermanfaat bagi kesehatan otak. Contoh olahraganya yaitu tenis, bulu tangkis, atau bela diri.
Olahraga sangat penting untuk menjaga keseluruhan tubuh bukan hanya fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap mental. Kamu bisa mulai mencoba menyisipkan olahraga secara rutin di sela kesibukanmu dan menikmati manfaatnya. Baca juga “Manfaat Fitness Minimalis, Olahraga Efektif Tanpa Alat” agar kamu tahu cara melakukan fitness yang praktis!