Tren kecantikan yang terus berubah khususnya di Indonesia, membuat brand-brand terus berinovasi dan mengikuti permintaan pasar yang selalu berubah dalam waktu yang relatif singkat. Banyak konsumen yang tertarik dengan brand berkonsep fast beauty karena banyak orang cenderung ingin up to date terhadap trend.

Konsep fast beauty adalah istilah yang mengacu pada brand yang terus menawarkan produk kecantikan dalam siklus produksi yang cepat untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus berubah. Konsep ini mirip dengan fast fashion di mana brand meluncurkan produk baru dalam waktu singkat mengikuti tren yang viral di media sosial. 

Di balik daya tarik fast beauty dengan harga yang terjangkau, ketersediaan produk yang banyak, kemasan yang menarik, dan up to date, konsep ini membawa dampak negatif terhadap berbagai aspek pada konsumen seperti kesehatan kulit, gaya hidup konsumtif, dan lingkungan.

Efek Negatif Fast Beauty terhadap Kesehatan Kulit

Produk fast beauty memiliki sering kali menimbulkan kekhawatiran dalam formula kandungannya. Hal ini karena produk fast beauty yang dibuat dalam waktu yang singkat untuk tetap mengikuti tren yang ada. Besar kemungkinannya kalau produk tersebut tidak diuji klinis atau diteliti mengenai keamanan dan efektivitas dengan mendalam.

Produk fast beauty bisa menimbulkan beberapa potensi risiko kesehatan kulit yang kurang terjamin kualitasnya. Beberapa risiko yang dapat timbul yaitu:

1. Iritasi dan Alergi

Bahan aktif dalam kadar yang tinggi sering kali digunakan dalam produk fast beauty untuk mendapatkan efek yang instan. Padahal tanpa formula dan kadar yang tepat, justru dapat menyebabkan iritasi. Produk ini dapat memberikan dampak yang lebih parah pada orang yang memiliki kulit sensitif. 

Beberapa kandungan yang sering didapati di dalam produk fast beauty adalah pewangi sintetis yang dapat membuat kulit memerah, kandungan alkohol yang bisa membuat kulit menjadi semakin kering, dan paraben yang bisa memicu alergi.

2. Jerawat atau Breakout

Produk fast beauty yang sering kali berfokus pada hasil instan biasanya menggunakan bahan yang bersifat komedogenik. Walaupun bahan-bahan ini bisa memberikan efek yang instan, namun menggunakan produk ini bisa menyumbat pori-pori.

Bahan bersifat komedogenik biasanya berupa minyak mineral dan silikon. Bahan ini berakibat pada timbulnya jerawat dan breakout, terutama bagi orang yang memiliki tipe kulit berminyak atau rentan pada jerawat (acne prone skin).

3. Gangguan Skin Barrier

Kulit memiliki lapisan pelindung alami yang disebut sebagai skin barrier. Skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang keras dan terikat bersama oleh lipid, yang berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit sekaligus mencegah masuknya zat berbahaya seperti alergi, virus, dan iritan, menjaga kelembaban kulit, mendukung kekebalan tubuh, dan melindungi dari sinar UV. 

Bahan aktif yang digunakan dalam produk fast beauty dengan jumlah yang berlebihan dapat merusak skin barrier. Akibatnya kulit akan menjadi lebih kering, sensitif, rentan terhadap iritasi, kemerahan, kulit mudah mengalami dehidrasi, dan produksi minyak yang berlebih. 

Dampak Fast Beauty terhadap Gaya Hidup Konsumtif

Harga produk yang terjangkau dan pemasaran yang agresif di media sosial menjadi gerakan fast beauty yang mendorong gaya hidup belanja konsumtif. Konsumen akan terus membeli produk baru meskipun belum menghabiskan produk yang lama, sehingga mereka cenderung membeli produk yang tidak diperlukan.

Hal ini diperparah dengan tren video haul belanja kosmetik yang banyak beredar di media sosial. Beauty influencer sering kali memamerkan dan mempromosikan banyak produk-produk baru. Rasa FOMO membuat konsumen merasa harus membeli produk tertentu agar tidak ketinggalan tren. Selain itu, teknik pemasaran yang biasanya dilakukan cenderung agresif dengan klaim yang menarik. 

Dampak Fast Beauty terhadap Limbah Kosmetik

Semakin banyaknya produk yang dibeli oleh konsumen menyebabkan produk lama yang dimiliki jadi tidak digunakan, sehingga jumlah limbah kosmetik atau beauty waste pun meningkat drastis. Produk lama yang disimpan juga bisa tersisa hingga kadaluarsa, sehingga menjadi terbuang.

Limbah kosmetik bisa menjadi masalah serius karena kemasan plastik yang sulit terurai tidak bisa didaur ulang dengan mudah. Sisa produk kosmetik yang dibuang sembarangan bisa mencemari air tanah, terutama jika mengandung bahan kimia berbahaya. Pembuatan produk kosmetik membutuhkan banyak air, bahan baku alami, dan energi, hal ini termasuk eksploitasi sumber daya.

Bijak dalam Menyikapi Tren Fast Beauty

Agar kamu tidak terkena dampak buruk dari tren fast beauty, kamu bisa mengikuti tren fast beauty dengan lebih bijak. Sebelum membeli suatu produk, pastikan memeriksa kandungan untuk menghindari bahan berbahaya atau tidak cocok untuk jenis kulitmu. 

Jangan terlalu mudah tergoda dengan tren viral yang sementara. Produk yang populer di media sosial belum tentu cocok untuk semua orang, maka pertimbangkanlah terlebih dahulu sebelum membeli barang. Pastikan kamu menghabiskan produk yang kamu punya terlebih dahulu sebelum membeli yang baru untuk mengurangi beauty waste dan lebih ramah lingkungan.

Selain itu, sebaiknya kamu memilih brand yang lebih transparan tentang bahan yang digunakan dan bagaimana proses produksinya. Untuk produk skincare, lebih baik memilih yang berkualitas dan bekerja dengan baik untuk jangka panjang daripada skincare fast beauty yang memberikan hasil sementara.

Itulah penjelasan mengenai dampak fast beauty yang bisa berpengaruh di berbagai aspek kehidupan konsumen. Baca juga Peran K-Pop dan K-Drama dalam Tren K-Beauty di Indonesiauntuk cari tahu pengaruh Korean Wave terhadap tren beauty Indonesia!