Keberadaan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara kita berinteraksi, bekerja, dan menyimpan informasi. Namun, dengan segala kemudahan yang ditawarkan, juga muncul risiko digital. Maka dari itu, penting untuk memahami digital security untuk meminimalisir ancaman dan kejahatan digital. Lalu, apa itu digital security? Simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Digital Security

Digital security, atau keamanan digital, adalah praktik untuk melindungi perangkat digital, seperti komputer, ponsel, tablet, atau perangkat lain yang terkoneksi dengan internet dari gangguan orang yang tidak diinginkan, seperti hacker, phisher, dan lainnya. Selain itu, digital security juga berguna untuk melindungi data pribadi dari penyalahgunaan oleh orang tak bertanggung jawab.

Jadi, digital security merujuk pada serangkaian tindakan, prosedur, dan teknologi yang dirancang untuk melindungi sistem komputer, data, dan informasi pribadi dari ancaman yang dapat merusak integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan.

Manfaat Digital Security

Dalam era di mana banyak aspek kehidupan kita terdigitalisasi, keamanan digital bukan hanya tanggung jawab perusahaan atau organisasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap individu yang menggunakan perangkat digital. Berikut adalah manfaatnya.

  1. Perlindungan Data Pribadi

Keamanan digital memastikan bahwa data pribadi, seperti nomor identitas, informasi keuangan, dan riwayat medis, terlindungi dari pencurian dan penyalahgunaan.

  1. Keamanan Transaksi Online

Keamanan digital memungkinkan transaksi online yang aman, baik itu untuk perbankan, e-commerce, atau pembayaran digital.

  1. Mencegah Kehilangan Data

Dengan praktik keamanan digital seperti backup data dan enkripsi, informasi penting terlindungi dari kehilangan akibat kerusakan perangkat, serangan siber, atau bencana lainnya.

  1. Menjaga Reputasi Bisnis

Bagi perusahaan, menjaga keamanan digital adalah kunci untuk mempertahankan reputasi yang baik. Kebocoran data atau serangan siber dapat merusak kepercayaan pelanggan dan merugikan bisnis secara finansial.

  1. Mematuhi Regulasi dan Kepatuhan

Banyak industri diharuskan untuk mematuhi regulasi tertentu terkait perlindungan data, seperti GDPR di Eropa atau UU Perlindungan Data Pribadi di Indonesia. Keamanan digital membantu perusahaan memastikan kepatuhan terhadap regulasi tersebut, menghindari denda, dan menjaga integritas hukum.

  1. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Pelanggan cenderung lebih percaya pada perusahaan yang menunjukkan komitmen terhadap keamanan digital. Ketika pelanggan yakin bahwa data mereka aman, mereka lebih mungkin untuk terus menggunakan layanan atau produk dari perusahaan tersebut.

  1. Melindungi dari Serangan Siber

Keamanan digital membantu mencegah serangan siber seperti malware, ransomware, dan phishing yang bisa merusak sistem dan mencuri data.

  1. Efisiensi Operasional

Implementasi keamanan digital yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi downtime akibat serangan siber dan menjaga kelancaran operasional bisnis.

Jenis Ancaman Pada Digital Security

Penting untuk mengamankan informasi dan data digital karena ada berbagai bentuk kejahatan dan ancaman digital. Berikut adalah beberapa jenis ancaman pada digital security.

  • Malware: Perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak atau mengganggu sistem komputer, termasuk virus, worm, dan Trojan.
  • Phishing: Upaya untuk mendapatkan informasi sensitif seperti kata sandi dan nomor kartu kredit dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik.
  • Ransomware: Jenis malware yang mengunci atau mengenkripsi data korban, dan pelaku meminta tebusan agar data tersebut bisa diakses kembali.
  • Denial of Service (DoS): Serangan yang bertujuan untuk membuat layanan online tidak tersedia dengan cara membanjiri sistem dengan lalu lintas internet yang berlebihan.
  • Man in the Middle (MitM): Serangan di mana pelaku menyadap komunikasi antara dua pihak untuk mencuri atau mengubah informasi.

Tips Menjaga Keamanan Digital

Dalam menjaga keamanan di dunia digital, terdapat berbagai jenis digital security yang diterapkan untuk melindungi data dan sistem dari berbagai jenis ancaman. Berikut adalah beberapa tips menjaga keamanan digital yang dapat dilakukan.

1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Unik

Gunakan kata sandi kompleks dan kuat dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Selain kompleks dan kuat, gunakan kata sandi yang unik dan berbeda untuk setiap akun untuk mengurangi risiko jika satu akun diretas.

2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

Verifikasi tambahan atau autentikasi dua faktor menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan mengharuskan verifikasi kedua selain kata sandi, seperti kode angka yang dikirim ke nomor ponsel yang terdaftar.

3. Perbarui Perangkat Lunak Secara Berkala

Pastikan sistem operasi, aplikasi, dan perangkat lunak keamanan selalu diperbarui dengan patch keamanan terbaru untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan peretas.

4. Waspadai Email dan Pesan Phishing

Jangan klik tautan mencurigakan dan hindari mengklik tautan atau membuka lampiran dari email yang tidak dikenal. Lakukan pula verifikasi pengirim, seperti memeriksa kembali alamat email pengirim dan jangan mudah percaya dengan email yang meminta informasi pribadi.

Baca Juga: Komunikasi Digital: Definisi, Contoh, dan Manfaatnya

5. Gunakan Perangkat Keamanan yang Handal

Instal perangkat lunak antivirus dan antimalware yang handal untuk melindungi komputer dari ancaman berbahaya. Selain itu, aktifkan firewall untuk memantau dan mengontrol lalu lintas jaringan yang masuk dan keluar.

6. Backup Data Secara Berkala

Lakukan backup atau menyalin cadangan data penting secara berkala ke penyimpanan eksternal atau layanan cloud. Hal ini berguna untuk mencegah kehilangan data akibat serangan ransomware atau insiden lainnya.

7. Edukasi dan Pelatihan

Tingkatkan kesadaran tentang keamanan digital dengan mengikuti pelatihan dan edukasi secara rutin. Ikuti simulasi serangan untuk memahami bagaimana serangan tersebut terjadi dan cara menghadapinya.

8. Gunakan Jaringan yang Aman

Hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik untuk transaksi penting atau akses data sensitif. Gunakan VPN jika harus terhubung ke jaringan publik. Pastikan juga router Wi-Fi rumah dilindungi dengan kata sandi yang kuat dan enkripsi yang tepat.

9. Manajemen Akses

Berikan hak akses yang sesuai dengan kebutuhan dan tanggung jawab. Hindari memberikan hak akses administratif jika tidak diperlukan. Lalu kelola, pantau, dan atur akses ke sistem dan data sensitif dengan kebijakan yang ketat.

10. Periksa Aktivitas Akun

Monitor dan pantau aktivitas akun secara rutin untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan. Gunakan laporan keamanan dari layanan yang Anda gunakan untuk mendapatkan informasi tentang upaya login yang mencurigakan atau aktivitas tidak biasa lainnya.

Dengan menguasai cara menjaga keamanan dan privasi online, kita dapat mengurangi risiko menjadi korban kejahatan digital dan siber. Melindungi data pribadi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga langkah penting dalam menciptakan komunitas digital yang lebih aman. Semoga artikel ini bermanfaat!