
Gen Z yang kerap mengeksplorasi passion dan hobi sering kali merasa berat dan sayang jika harus meninggalkan hal itu demi bekerja di dunia profesional yang dianggap lebih menjanjikan. Saat memasuki usia yang cukup matang, Gen Z dihadapkan dengan kedua pilihan penentuan tersebut.
Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian orang cenderung berpikir kalau mengikuti passion adalah ide buruk dan mempunyai risiko finansial yang lebih tinggi. Sebagian orang tua juga sering kali memiliki pola pikir bahwa profesi yang menjanjikan hanyalah kerja kantoran profesional.
Berbeda dengan generasi sebelumnya, kini Gen Z lebih mempertimbangkan aspek work-life balance, fleksibilitas, dan kepuasan pribadi, bukan hanya soal gaji besar.
Gen Z cenderung tidak ingin overwork, bahkan ada istilah populer di antara Gen Z yaitu “budak korporat.” Istilah tersebut mengacu pada seseorang yang terlalu dituntut dan fokus pada pekerjaannya, sehingga tidak punya waktu untuk kehidupan pribadi. Berikut pembahasan mengenai dilema Gen Z antara stabilitas karir atau ikuti passion.
Pertimbangan Gen Z Terhadap Karir
Sebagai generasi yang mengutamakan work-life balance dan kualitas hidup, Gen Z mempertimbangkan untuk menjadikan passion dan hobi menjadi profesi yang menjanjikan. Beberapa orang dari generasi sebelumnya cenderung meremehkan dan tidak setuju akan pertimbangan tersebut. Berikut beberapa pertimbangan yang sering kali menjadi sebab dilema Gen Z:
1. Work-life Balance
Istilah Work-life balance pasti sudah tidak asing bagi para Gen Z. Bahkan, hal ini sudah dianggap penting oleh sebagian Gen Z. Di mana mereka sangat menjaga batasan waktu antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi mereka. Work-life balance bisa kamu dapatkan dengan fokus menentukan skala prioritas kamu dan mengatur waktu dengan baik.
Nyatanya menjaga work-life balance perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan mental, meningkatkan produktivitas, sampai menurunkan risiko stres. Ketika kamu merasa seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, kamu akan cenderung untuk merasa lebih termotivasi. Maka dari itu work-life balance perlu diterapkan dan menjadi pertimbangan oleh sebagian Gen Z.
2. Fleksibilitas Waktu dan Lokasi
Salah satu yang menjadi pertimbanga Gen Z adalah fleksibilitas waktu dan lokasi. Sebagian Gen Z prefer untuk bekerja remote atau hybrid dibandingkan terikat pada jam kerja 9-to-5. Bekerja remote memberi lebih banyak waktu untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesempatan untuk me-time.
Karakter Gen Z yang kreatif dan adaptif dalam remote atau hybrid working biasanya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet, seperti menggunakan Zoom, Google Meet, sampai platform online untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan rekan kerjanya. Selain itu, dengan konsep kerja remote atau hybrid juga dapat menghemat waktu dengan tidak perlu datang ke kantor dan dapat meningkatkan produktivitas karena dapat bekerja di manapun.
3. Passion dan Self-Development
Bagi beberapa Gen Z, passion dalam pekerjaan menjadi faktor utama dalam memilih karir. Banyak dari Gen Z merasa lebih puas jika pekerjaan yang mereka lakukan sesuai dengan passion mereka. Hal ini juga dapat meningkatkan produktivitas karena pekerjaan tidak lagi terasa sebagai beban, tetapi cenderung lebih termotivasi, kreatif, dan pastinya menikmati setiap prosesnya.
Selain itu, self-development juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan karir. Gen Z cenderung mengutamakan perkembangan diri seperti skill, kehidupan personal, sampai relasi, dibandingkan sekadar mengejar gaji besar. Dalam hal ini, Gen Z bisa terus belajar, berkembang, dan dapat meraih ke jenjang karir yang lebih meningkat untuk ke depannya.
Strategi Untuk Keseimbangan
Kebingungan dan dilema tersebut dapat diatasi dengan menemukan keseimbangan sebagai jalan tengahnya. Mendapatkan keseimbangan berarti kamu bisa mendapatkan hal baik dari kedua pilihan yang kamu pertimbangkan tanpa menanggung risiko besar. Berikut beberapa rekomendasi strategi untuk menemukan keseimbangan dalam aspek karir:
1. Hybrid Career
Hybrid career dapat menjadi salah satu strategi untuk dilakukan, dengan cara memulai karir di pekerjaan profesional sambil mempertimbangkan untuk side hustle. Side hustle dapat dilakukan dengan freelance, bisnis kecil, atau investasi di samping pekerjaan utama.
Untuk memulai side hustle, kamu bisa memulainya dengan menambah keterampilan sesuai dengan hobimu. Kamu bisa menyisihkan satu sampai dua jam setiap harinya untuk belajar skill sesuai dengan hal yang kamu suka, seperti belajar terkait digital marketing sampai belajar membuat brand atau bisnis yang bisa menjadi side hustle kamu.
2. Cari Perusahaan yang Menawarkan Fleksibilitas
Fleksibilitas dalam bekerja dapat mempermudah kamu untuk menyesuaikan jam kerja, lokasi kerja, dan cara bekerja. Saat ini, beberapa perusahaan lebih terbuka terhadap sistem hybrid atau remote dengan penawaran gaji yang cukup tinggi, sehingga bisa menjadi pertimbangan kamu saat memilih perusahaan.
Bagaimana untuk mendapatkan perusahaan yang menawarkan fleksibilitas? Langkah pertama kamu dapat menentukan tujuan dengan mencari perusahaan yang menawarkan remote atau hybrid working. Kamu dapat mencari perusahaan tersebut di platform, website, sampai komunitas remote atau hybrid working di sosial media.
3. Evaluasi Prioritas Hidup
Kamu harus menentukan prioritas dan target finansial kamu terlebih dahulu, jika target utama dan kebutuhanmu adalah stabilitas finansial, lebih baik mengejar gaji besar lebih dulu. Sedangkan, kalau kamu lebih memprioritaskan keseimbangan hidup dengan fleksibilitas yang tinggi, mengejar passion bisa menjadi pilihan.
Dari pertimbangan tersebut, kamu dapat memilih karir seperti apa yang menjadi prioritas kamu. Di samping itu, kamu juga harus tetap evaluasi prospek kerja dan tetap mengikuti perkembangan zaman yang serba digital seperti sekarang.
Memilih antara gaji besar atau mengikuti passion adalah keputusan yang diperlukan pertimbangan secara matang. Selain memutuskan dengan preferensi pribadi, kamu juga harus mengutamakan apa yang menjadi kebutuhan utama kamu saat ini.
Pilihan ini menyesuaikan pada gaya hidup, kebutuhan finansial dan nilai-nilai pribadi setiap orang, yang terpenting adalah kamu terus berkembang dan menjalani hidup yang baik. Baca juga “Begini Cara Kerja Properti! Ketahui Jenis dan Trik Keuntungan” untuk memperluas wawasanmu tentang profesi di bidang properti!