
Dikenal sebagai generasi yang vokal dan aktif tentang gaya hidup keberlanjutan, Gen Z tak pernah henti menyuarakan pendapat dan melakukan kegiatan aksi sosial. Tidak hanya peduli dengan isu perubahan iklim, mereka juga berusaha mengubah pola hidup dan konsumsi menjadi lebih ramah lingkungan.
Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z mengedepankan keberlanjutan sebagai prinsip utama di berbagai aspek kehidupan seperti fashion, makanan, hingga konsumsi energi.
Apa Itu Gaya Hidup Berkelanjutan?
Gaya hidup berkelanjutan adalah pola hidup yang berfokus pada mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial. Gaya hidup ini bertujuan agar sumber daya yang ada saat ini dapat terus tersedia hingga generasi mendatang. Konsep ini menekankan keseimbangan manusia, keadilan sosial, dan kelestarian alam.
Dalam praktiknya di kehidupan sehari-hari, gaya hidup berkelanjutan berarti membuat pilihan yang lebih bijak dan efisien dalam segala aspek kehidupan. Contoh aspeknya yaitu pola makan, cara berbelanja, pengelolaan limbah, dan konsumsi energi.
Lalu, bagaimana cara Gen Z menerapkan gaya hidup berkelanjutan sehari-hari? Berikut beberapa gaya hidup ala Gen Z yang menjadi tren dan berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih baik.
1. Mengurangi Sampah Tekstil dengan Thrift Shopping dan Pakaian Ramah Lingkungan (Slow Fashion)
Industri fashion adalah salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia. Tren fast fashion mengakibatkan menumpuknya limbah tekstil yang berdampak buruk terhadap lingkungan seperti menghasilkan emisi karbon dan polusi.
Brand fashion yang menggunakan konsep fast fashion cenderung cepat dalam melakukan produksinya. Berikut ciri-ciri fast fashion:
- Harganya murah dan kualitasnya kurang baik
- Pakaian didesain sesuai dengan tren saat ini
- Persediaan koleksi yang banyak
- Waktu tersedianya sangat singkat
- Pembeli akan membeli meskipun tidak butuh
- Terdapat demand yang kuat terhadap produk fashion tersebut
Dapat dilihat kalau konsep fast fashion sangat berbahaya terhadap keberlanjutan lingkungan dan sumber daya. Gen Z yang tentu menyadari bahayanya hal ini, beralih ke konsep slow fashion, yaitu:
- Membeli pakaian preloved atau thrift untuk mengurangi produksi limbah yang menggunung.
- Memilih brand fashion yang menerapkan prinsip sustainable dan menggunakan bahan daur ulang.
- Mendaur ulang atau menyumbangkan pakaian lama yang sudah tak terpakai agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah.
Brand slow fashion sudah dikembangkan di Indonesia lho, jadi kamu gak perlu beli dari brand luar negeri. Brand slow fashion lokal yang recommended yaitu Batiq, Sukkha Citta, Tulisan.
2. Konsumsi Makanan Berkelanjutan
Produksi makanan terutama peternakan memiliki kontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan. Beberapa dampak buruk dari produksi makanan yaitu eutrofikasi (pencemaran saluran air), emisi gas rumah kaca, dan deforestasi, maka Gen Z beralih ke sustainable food yang dapat mengatasi hal tersebut.
Sustainable food merupakan produksi bahan pangan, serat, atau produk hewani serta nabati lain yang diolah dengan teknik khusus untuk menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, kesehatan, dan kesejahteraan hewan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar nantinya bahan pangan tersebut tetap tersedia dan melimpah bagi generasi mendatang.
Hal ini tentunya akan sangat bahaya jika tak segera diatasi. Gen Z yang sadar akan hal ini mulai menerapkan pola konsumsi yang ramah lingkungan, contohnya seperti:
- Mengurangi konsumsi daging dan beralih ke diet plant-based atau vegetarian.
- Memilih produk lokal dan organik yang sedikit menggunakan bahan kimia serta tidak membutuhkan transportasi jarak jauh.
- Mengurangi food waste seperti menyimpan makanan dengan baik, membeli dalam jumlah yang sesuai kebutuhan, menghabiskan makanan yang tersedia agar tidak terbuang.
Plant-based food sudah banyak dikembangkan di Indonesia dan banyak peminatnya. Kamu bisa coba restoran-restoran yang menjual makanan plant-based di daerah Jakarta yaitu Burgreens, Grainsly, Vegetus.
3. Zero-Waste Lifestyle
Gen Z adalah generasi yang paling aktif dalam menyuarakan gerakan zero waste. Zero Waste adalah gaya hidup bebas sampah yang bertujuan untuk menghindari produk sekali pakai seperti karton, plastik, dan kertas setiap harinya. Hal ini diharapkan dapat menjaga sumber daya dan melestarikan alam.
Gerakan ini semakin populer dengan salah satu kampanye sosial yaitu Plastic Free July yang melakukan pengurangan sampah dan mendaur ulang dalam jumlah yang signifikan. Gerakan ini dipelopori oleh orang-orang Australia Barat yang sukses menggaet lebih dari 2 juta orang dari 159 negara untuk bergabung.
Gaya hidup ini mengedepankan pengurangan sampah semaksimal mungkin, sehingga tidak ada sampah yang menumpuk dan sumber daya yang terbuang. Berikut cara beberapa penerapannya:
- Menggunakan produk reusable seperti tumbler, sendok dan sedotan stainless, tas belanja kain.
- Membeli produk kemasan yang dapat diisi ulang seperti sabun, dan shampo.
- Mendaur ulang barang-barang yang sudah tak terpakai.
4. Aktivisme Digital Gaya Hidup Hijau di Media Sosial
Sebagai generasi yang tidak dapat dipisahkan dari teknologi dan media sosial, tentunya gen Z memanfaatkan media sosial sebaik mungkin untuk memperluas awareness tentang gaya hidup berkelanjutan. Gen Z juga seringkali membagikan isu lingkungan yang tengah terjadi di media sosial.
Aktivisme digital tersebut nyatanya dapat menginspirasi banyak orang untuk berkontribusi dalam sustainability. Penerapannya yaitu sebagai berikut:
- Membuat konten edukasi tentang gaya hidup berkelanjutan di media sosial seperti Instagram, Tiktok, dan Twitter.
- Membuat kampanye boikot terhadap brand yang dianggap tidak ramah lingkungan dan menyebabkan pencemaran.
- Mendukung gerakan ramah lingkungan seperti Climate Strike yaitu aksi serentak yang dilakukan di berbagai kota di dunia dengan mengangkat isu perubahan iklim yang ekstrim.
Gaya hidup sustainability bukan sekadar tren bagi Gen Z, melainkan komitmen jangka panjang yang diterapkan sehari-hari di berbagai aspek kehidupan seperti fashion dan makanan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan kecil yang kamu lakukan sehari-hari dapat berdampak besar bagi lingkungan dan generasi mendatang.
Baca juga “Tips Meningkatkan Literasi Keuangan Kepada Generasi Z” untuk meningkatkan pentingnya pendidikan literasi keuangan!