
Gen Z dikenal sebagai generasi yang unggul dalam berbagai aspek khususnya di bidang teknologi dan inovasi. Generasi ini dikenal sebagai generasi yang serba digital, inovatif, dan sangat open minded terhadap perubahan di dunia. Gen Z memiliki keahlian dalam adaptasi yang cepat di society yang dinamis. Namun dibalik keunggulan tersebut, Gen Z menyimpan kelemahan yang dapat berdampak buruk bagi dirinya sendiri, orang lain, dan masa depan.
Kelemahan tersebut terdapat dalam kebiasaan gaya hidup mereka yang tidak sehat di berbagai aspek seperti kesehatan, sosial, dan mental. Hal ini diduga terjadi karena masifnya dampak media sosial dan kehidupan modern. Selain itu, Gen Z terkenal memiliki sifat yang lebih individualisme, sehingga mereka relatif lemah dalam melakukan aktivitas bekerja bersama.
Tekanan yang didapatkan oleh Gen Z dari lingkungan sekitar juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam gaya hidup yang tidak sehat. Berikut beberapa gaya hidup tidak sehat Gen Z beserta dampaknya:
1. Ketergantungan Terhadap Teknologi
Ini merupakan kelemahan yang utama dan hampir selalu dialami oleh Gen Z saat ini. Mudahnya akses terhadap internet dan teknologi membuat Gen Z tergoda dengan kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan. Hal ini membuat mereka terlalu sering menggunakan gadget di segala aspek kehidupannya bukan hanya hiburan dan pekerjaan.
Menghabiskan waktu dengan menatap layar gadget untuk waktu yang lama memiliki dampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental. Penggunaan gadget seringkali mengganggu waktu tidur, sehingga dengan durasi tidur yang sangat singkat, hal itu dapat menyebabkan sering mengalami cemas atau anxiety.
2. Kurangnya Keterampilan Sosial
Hal ini juga disebabkan karena penggunaan teknologi yang berlebihan. Gen Z dianggap kurang dalam keterampilan sosial, karena mereka lebih nyaman berkomunikasi dan berinteraksi melalui layar gadget, sehingga mereka cenderung menghindari aktivitas sosial secara langsung.
Kurangnya keterampilan sosial yang dialami dapat berdampak pada kurangnya relasi atau koneksi, membentuk kepribadian yang pasif, terbatasnya peluang sukses karena membatasi koneksi, dan terbentuknya jarak antara orang terdekat.
3. Konsumsi Fast Food dan Minuman Manis Secara Berlebihan
Gen Z yang terbiasa segalanya praktis dan mudah, mulai memburu fast food sebagai makanan andalannya. Harga yang terjangkau juga menjadi faktor pendukung Fen Z memilih fast food. Selain itu, hal ini juga didukung dengan tren minuman manis yang membuat mereka penasaran dan FOMO, seperti minuman boba, kopi susu, dan milk tea dari brand-brand hits.
Makanan manis juga banyak yang menjadi tren dan populer seperti croffle, boba pancake, dan cookies croissant. Tanpa disadari, asupan gula Gen Z menjadi semakin tinggi. Hal itu berdampak pada risiko obesitas, diabetes, dan gangguan dalam pencernaan. Pola makan yang tidak teratur juga dapat berdampak pada kesehatan mental, kecemasan, dan perubahan mood.
4. Pengelolaan Uang yang Tidak Baik
Gen Z terkenal sebagai generasi yang boros dan sulit mengendalikan pengeluaran. Mereka terkenal memiliki ego yang tinggi dalam membeli barang-barang tren dan mahal, ini yang dinamakan gaya hidup konsumtif yang dapat menimbulkan masalah finansial di masa depan. Sayangnya masih banyak orang yang merasa ini hal wajar.
Banyak Gen Z yang memprioritaskan gengsi dan tren ketimbang penggunaan barang dan kemampuan finansialnya. Masalah ini dapat berdampak pada masalah finansial di masa depan, menumpuk utang, dan kesulitan menabung.
5. Hustle Culture yang Berlebihan
Hidup di era yang dinamis dan perkembangan dunia membuat Gen Z seringkali mendapat tekanan dari lingkungan sekitar dalam hal pendidikan, karir, dan kualitas hidup. Hustle culture adalah gaya hidup yang menekankan kerja tanpa istirahat atau minim istirahat. Ambisi untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan memenuhi ekspektasi orang sekitar mendorong tren ini.
Di beberapa kasus, bukannya mendapatkan pencapaian yang tinggi, gaya hidup ini justru menimbulkan dampak buruk kepada Gen Z, seperti mengalami burnout, stres berkepanjangan, dan kehilangan keseimbangan tidur atau istirahat, sehingga memiliki dampak buruk terhadap kesehatan.
Cara Mengatasi Gaya Hidup yang Tidak Sehat
Gaya hidup yang tidak sehat sudah sepatutnya harus diatasi agar tidak memburuk, karena gaya hidup yang tidak sehat bisa berpengaruh kepada orang lain dan lingkunganmu juga. Berikut beberapa cara mengatasi gaya hidup tidak sehat Gen Z:
- Kurangi konsumsi makanan olahan dan perbanyak makanan segar seperti buah dan sayur.
- Kurangi waktu di media sosial dan penggunaan gadget, luangkan lebih banyak waktu dengan orang sekitarmu.
- Luangkan waktu untuk rutin berolahraga minimal 30 menit sehari, seperti berjalan kaki atau stretching.
- Buat batasan antara pekerjaan dan waktu pribadi, agar tidak terus bekerja secara berlebihan.
- Prioritaskan self-care dan kesehatan mental kamu.
- Terapkan mindful spending atau belanja dengan perencanaan.
- Mulai menabung dan berinvestasi sejak dini.
Gaya hidup Gen Z yang tidak sehat dapat berdampak besar terhadap kesehatan fisik, skill sosialisasi, mental, dan keuangan di masa depan, namun hal itu dapat diatasi dengan kemauan yang tinggi. Jika dilakukan dengan konsisten, kamu pasti bisa mengubah pola pikir dan kebiasaan gaya hidup kamu yang tidak sehat.
Itulah beberapa gaya hidup tidak sehat Gen Z yang perlu diperbaiki. Baca juga “Bahaya dan Ciri Asam Urat Beserta Rekomendasi Olahraganya!” untuk cari tahu masalah kesehatan asam urat!