
Dalam era digital yang serba cepat, informasi dapat tersebar hanya dalam hitungan detik. Namun, tidak semua informasi yang kita temui di internet adalah benar. Berita bohong ini biasa disebut dengan hoaks. Hoaks dan misinformasi semakin banyak beredar dan sering kali menyebabkan kebingungan di kalangan masyarakat. Lalu, bagaimana cara menghadapi berita hoaks? Berikut adalah penjelasannya.
Pengertian Hoaks
Hoaks adalah informasi palsu yang sengaja dibuat untuk menipu atau memanipulasi orang. Biasanya, hoaks dirancang untuk menarik perhatian atau memicu emosi publik, baik untuk keuntungan pribadi maupun politik. Berbeda dengan hoaks, misinformasi adalah informasi yang salah namun disebarkan tanpa niat menipu. Misinformasi sering kali terjadi karena kurangnya pengecekan fakta atau pemahaman yang salah.
Sedangkan menurut Ketua Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Fitnah, Septiaji Eko Nugroho, hoaks adalah sebuah informasi yang direkayasa. Informasi tersebut dibuat untuk menutup-nutupi informasi yang sebenarnya. Selain itu, hoaks juga merupakan upaya untuk memutar balikan fakta. Fakta tersebut akan diganti dengan informasi-informasi yang meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
Jenis-Jenis Hoaks
Dalam era kemudahan akses pada informasi ini, perlu kecerdasan untuk mengidentifikasi informasi apakah benar atau salah. Berikut adalah jenis-jenis hoaks yang perlu diketahui.
1. Satire atau Parodi
Satire atau parodi merupakan sebuah konten yang sengaja dibuat untuk mengkritik dan menyindir pihak tertentu. Walaupun konten ini tidak terlalu berbahaya dan tidak memiliki unsur kejahatan, kekhawatirannya adalah konten ini masih sering mengecoh masyarakat. Banyak masyarakat yang serius menanggapi konten tersebut. Hal yang mengkhawatirkan lainnya, jika isi konten yang disampaikan juga hal-hal yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat yang menonton secara langsung bisa saja percaya. Ini juga akan menjadi berita hoaks.
2. Misleading Content
Misleading content atau konten yang menyesatkan merupakan konten yang sengaja dibuat untuk menjelek-jelekkan seseorang atau sesuatu. Konten ini bertujuan untuk menggiring opini masyarakat dengan cara memanfaatkan informasi asli. Informasi-informasi itu bisa saja berupa pernyataan resmi, gambar atau foto, statistic dan lain-lain. Informasi tersebut akan diedit sedemikian rupa, sehingga informasi dengan konten yang akan dibuat tidak memiliki hubungan.
3. Imposter Content
Imposter content atau konten tiruan adalah konten yang berisi informasi benar namun tujuannya untuk menipu. Contohnya seperti membuat konten serupa dengan konten aslinya, mengutip pernyataan tokoh terkenal dan berpengaruh, serta mengikuti format penulisan dan sapaan dari konten yang diikuti. Banyak konten-konten jenis ini yang dibuat untuk mempromosikan sesuatu.
4. Fabricated Content
Fabricated content atau konten palsu adalah jenis konten hoaks yang berbahaya. Konten ini dibuat untuk menipu orang-orang. Banyak juga yang dirugikan karena adanya konten palsu seperti ini. Informasi-informasi yang ada juga tidak bisa dipertanggung jawabkan. Fakta yang ada dalam informasi itu tidak benar.
5. False Connection
False connection atau koneksi yang salah merupakan jenis konten hoaks yang sering terjadi di media sosial. Contohnya seperti sebuah konten informasi yang tidak memiliki kesinambungan antara judul, grafis, dan caption penjelasan. Biasanya jenis konten ini digunakan untuk mendapatkan keuntungan dan kunjungan media sosial.
6. False Context
False context atau konteks yang keliru adalah sebuah jenis konten yang informasinya tidak benar. Contoh konten-konten seperti ini berisi sebuah pernyataan, video atau foto yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Kemudian kejadian itu ditulis ulang dan tidak disesuaikan dengan fakta sebenarnya.
7. Manipulated Content
Manipulated content atau konten manipulasi adalah jenis konten hoaks dengan cara diedit. Konten-konten tersebut akan diedit sehingga tidak sesuai dengan konten aslinya. Konten-konten jenis ini dibuat untuk mengecoh para masyarakat yang membacanya. Kejadian seperti ini banyak dialami oleh media-media besar. Konten yang mereka buat akan diedit atau disunting oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Dampak Hoaks
Hoaks bukan hanya mengganggu, tetapi juga dapat memiliki dampak serius bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Berikut adalah dampak yang bisa terjadi karena hoaks.
- Kepanikan dan Kebingungan Publik
Informasi yang salah dapat memicu kepanikan di masyarakat, terutama dalam situasi krisis seperti pandemi atau bencana alam. Misalnya, selama pandemi COVID-19, banyak hoaks tentang pengobatan yang belum terbukti beredar, membuat masyarakat bingung dan terkadang melakukan tindakan berbahaya.
- Perpecahan Sosial
Hoaks sering kali dirancang untuk memecah belah masyarakat dengan menyebarkan kebencian atau prasangka terhadap kelompok tertentu. Misalnya, isu politik dan agama sering kali menjadi sasaran penyebaran hoaks yang bertujuan untuk menciptakan ketegangan sosial.
Baca Juga: Kesenjangan Digital di Daerah Perkotaan dan Pedesaan
- Pengaruh Terhadap Kesehatan dan Keselamatan
Hoaks yang terkait dengan kesehatan, seperti pengobatan palsu atau vaksin yang berbahaya, bisa membahayakan kesehatan masyarakat. Informasi yang salah dapat menyebabkan orang melakukan tindakan yang membahayakan kesehatan mereka.
Cara Mengatasi Berita Hoaks
Sebagai pengguna informasi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah hoaks. Berikut adalah langkah-langkahnya.
1. Cermati baik-baik judul berita tersebut
Hal yang pertama dibaca dalam sebuah berita pasti adalah judulnya. Maka dari itu, cermati judul dari berita yang di dapat. Apakah sesuai dengan informasi yang ada di dalam berita tersebut atau tidak.
2. Hati-hati jika mengandung unsur provokasi
Salah satu unsur yang ada di dalam berita hoaks adalah adanya unsur provokasi. Provokasi merupakan perbuatan untuk membangkitkan kemarahan, tindakan menghasut atau tindakan memancing. Jika sebuah berita atau konten berisi hal-hal yang mengandung unsur provokasi, maka berita itu harus diwaspadai.
3. Lihat darimana sumber berita
Informasi bisa didapatkan melalui mana saja. Maka dari itu, penting untuk melihat sumber informasi yang didapat. Sebagai pembaca, kita harus selalu jeli dan melihat keaslian sumber berita yang kita terima.
4. Periksalah fakta informasi dalam berita tersebut
Jika informasi dalam berita yang didapat mengandung sebuah fakta, maka kita perlu untuk memeriksa kembali fakta itu. Periksalah fakta yang terdapat dalam informasi tersebut. Caranya dengan mencari sumber lain yang pastinya terpercaya.
5. Periksa kembali foto atau video
Dalam sebuah berita, terkadang ada yang menyisipkan sebuah foto atau video. Foto atau video tersebut juga perlu untuk diverifikasi Kembali. Apakah foto atau video yang ditampilkan dapat dipercaya keasliannya, atau hanya sebagai pemanis berita saja.
6. Berpikir secara kritis
Ketika mendapatkan sebuah berita atau informasi, cobalah untuk berpikir kritis. Jangan langsung menelan mentah-mentah berita yang ada. Cermati dulu isi berita serta kelogisan dari beritanya.
7. Jangan langsung membagikan
Ketika menerima suatu informasi atau berita, jangan langsung membagikannya. Terlebih jika belum mengetahui apakah berita yang didapat benar atau tidak. Jika sudah ada kepastian bahwa berita yang didapat mengandung informasi yang benar, maka tidak masalah jika ingin membagikannya.
Hoaks di dunia maya adalah masalah serius yang harus diatasi dengan pendekatan yang berkelanjutan. Dengan memahami pengertian, penyebab, dan dampaknya, masyarakat dapat menjadi lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Semoga artikel ini bermanfaat!