Di era modernisasi ini manusia dapat mendapatkan informasi dengan mudah melalui teknologi informasi digital. Dalam memanfaatkan keberadaan informasi digital, terdapat tiga tahapan, yaitu mencari informasi, mengevaluasi informasi, dan mengelola informasi. Sebelum membahas lebih lanjut, apa itu informasi digital?

Pengertian Informasi Digital

Sulistyo-Basuki dalam buku “Pengantar Ilmu Perpustakaan” (1993) menyebutkan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk menghasilkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarkan informasi. Maka teknologi informasi digital adalah teknologi pengelolaan informasi yang berbentuk digital melalui proses digitalisasi.

Informasi digital juga dapat didefinisikan sebagai data yang disajikan dalam bentuk digital, yang dapat diakses, disimpan, dan ditransmisikan melalui penggunaan teknologi elektronik seperti komputer, internet, dan perangkat digital lainnya. Informasi digital dapat berupa teks, gambar, suara, dan video yang disimpan dalam format digital, seperti file PDF, JPEG, MP3, dan MP4.

Ciri-ciri Informasi Digital

Fungsi utama dari informasi digital adalah untuk menyediakan akses yang cepat, mudah, dan efisien terhadap berbagai jenis data. Untuk lebih mengenali dan memahaminya, berikut adalah ciri-ciri informasi digital.

  1. Terdigitalisasi

Informasi digital diwakili dalam bentuk digital, yang berarti dapat diubah menjadi representasi biner. Ini memungkinkan penyimpanan, pengolahan, dan transmisi melalui komputer dan perangkat digital lainnya.

  1. Replikasi dan Reproduksi

Informasi digital dapat dengan mudah direplikasi atau direproduksi tanpa mengalami penurunan kualitas. Hal ini memungkinkan distribusi yang efisien dan cepat melalui berbagai saluran dan platform.

  1. Pertukaran Cepat

Informasi digital dapat dipertukarkan dengan cepat melalui jaringan komputer, internet, dan teknologi komunikasi digital lainnya. Ini memfasilitasi aliran informasi secara instan.

  1. Interaktif

Informasi digital dapat menjadi interaktif, memungkinkan pengguna untuk terlibat dalam proses pemrosesan, mendapatkan umpan balik, dan berpartisipasi dalam pembentukan konten.

  1. Dapat Dikelola Secara Elektronik

Informasi digital dapat dikelola, disimpan, dan diakses secara elektronik. Database, sistem manajemen informasi, dan penyimpanan awan adalah contoh teknologi yang mendukung manajemen informasi digital.

  1. Tidak Bergantung pada Media Fisik

Informasi digital tidak tergantung pada media fisik seperti kertas atau film. Ini dapat disimpan dan diakses melalui perangkat penyimpanan digital seperti hard drive, SSD, atau penyimpanan awan.

  1. Mudah Dibagi dan Dikombinasikan

Informasi digital dapat dibagi menjadi bagian-bagian kecil dan kemudian dikombinasikan kembali dengan mudah. Hal ini memungkinkan penggabungan dan penyusunan ulang informasi sesuai kebutuhan.

  1. Mudah Diubah

Informasi digital dapat dengan mudah diubah dan disesuaikan tanpa kehilangan kualitasnya. Ini memberikan fleksibilitas dalam pengeditan dan pembaruan.

  1. Mudah Diukur dan Dianalisis

Kemampuan untuk mengukur dan menganalisis informasi digital memungkinkan pengguna untuk memahami tren, pola, dan statistik dengan lebih efisien.

  1. Rentan terhadap Manipulasi

Informasi digital dapat mudah dimanipulasi atau diubah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Perlindungan keamanan digital menjadi krusial untuk mencegah manipulasi dan perubahan yang tidak sah.

Prinsip Informasi Digital

Berdasarkan buku “Manajemen Media Kontemporer” karya M. Ikhwan (2022:202), terdapat lima prinsip untuk memahami informasi dalam bentuk digital. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Dapat dimanipulasi

Informasi yang sudah diubah ke dalam bentuk digital bisa dimodifikasi secara leluasa. Proses modifikasi itu juga bisa dilakukan secara cepat dan sederhana.

  1. Berada dalam Jejaring Internet

Informasi berbentuk digital dapat dibagikan dan dipertukarkan oleh sebagian besar user secara serentak. Distribusi informasi digital dapat dilakukan tanpa harus mengalami kesulitan, seperti halnya memindahkan barang fisik yang memakan banyak biaya.

  1. Padat

Informasi digital bisa disimpan dalam sebuah teknologi penyimpanan data. Besar kecilnya informasi digital yang disimpan tergantung kepada teknologi penyimpanan data yang ada.

  1. Dapat Dikompresi

Ukuran informasi digital bisa dikompresi supaya bisa disimpan sesuai dengan tempat penyimpanan informasi digital tersebut.

Kompresi informasi digital menjadi salah satu sarana untuk memadatkan informasi digital, supaya sesuai dengan kapasitas bandwidth.

  1. Imparsial

Imparsial berkaitan dengan pembacaan sistem kode biner. Pembacaan imparsial berarti sistem tidak melihat kode bit, dan byte secara terpisah, namun melihatnya sebagai satu kesatuan utuh, yaitu byte. Pembacaan sistem yang utuh ini mengimplikasikan, bahwa data digital bisa merepresentasikan berbagai bentuk informasi. Dengan kata lain, informasi digital dapat menjadi informasi multimedia.

Baca Juga: Literasi Internet: Kompetensi Penggunaan Teknologi

Kemampuan Literasi Digital dalam Mengakses Informasi Digital

Di era digital, informasi tersedia dalam jumlah besar dan mudah diakses. Namun, literasi digital yang efektif memerlukan lebih dari sekedar menemukan informasi, kita juga harus dapat mengevaluasi dan mengelolanya dengan bijak. Berikut adalah penjelasannya.

1. Pencarian Informasi Digital

Mencari informasi di dunia digital melibatkan pemahaman cara menggunakan mesin pencari, seperti Google, dan mengetahui sumber-sumber yang tepat. Proses ini memerlukan teknik pencarian yang lebih cerdas, termasuk penggunaan kata kunci yang relevan dan filter lanjutan.

Selain itu, tidak semua informasi berasal dari mesin pencari, banyak sumber daya berkualitas tinggi, seperti perpustakaan digital atau jurnal ilmiah, yang menyediakan informasi kredibel. Memahami kemana harus mencari tergantung pada kebutuhan informasi, apakah bersifat umum atau spesifik, adalah bagian penting dalam literasi digital.

2. Evaluasi Informasi Digital

Setelah menemukan informasi, penting untuk mengevaluasinya dengan kritis. Sumber informasi yang kredibel adalah yang berasal dari lembaga resmi, media terverifikasi, atau penulis yang diakui di bidangnya. Evaluasi juga mencakup memeriksa tanggal publikasi untuk memastikan informasi tersebut masih relevan.

Selain itu, kita harus mampu mendeteksi hoaks atau disinformasi yang tersebar di media digital. Ciri-ciri informasi palsu sering kali termasuk judul sensasional, kurangnya sumber yang jelas, dan penyebaran yang luas tanpa dukungan bukti. Alat bantu seperti pemeriksa fakta (fact-checker) dapat membantu menilai kredibilitas informasi yang kita temukan.

3. Pengelolaan Informasi Digital

Setelah menemukan dan mengevaluasi informasi, langkah berikutnya adalah mengelola data tersebut agar mudah diakses dan digunakan kembali. Pengelolaan ini bisa dilakukan melalui aplikasi catatan digital seperti Evernote atau Google Keep yang memungkinkan kita menyimpan dan mengorganisasi informasi dengan baik. Penyimpanan di cloud juga menjadi pilihan untuk mengakses informasi kapan saja dan dari mana saja.

Selain itu, memahami etika dalam menggunakan informasi juga penting, termasuk menghargai hak cipta dan lisensi sumber informasi. Dengan menyimpan dan mengatur informasi secara efektif, kita tidak hanya memudahkan pencarian di masa depan tetapi juga menjaga integritas dalam penggunaan data digital.

Ketiga aspek ini merupakan dasar dalam membangun literasi digital yang efektif. Dengan menguasainya, kita dapat memanfaatkan informasi digital secara optimal, kritis, dan bertanggung jawab. Semoga artikel ini membantu!