Banyak orang yang merasa melakukan perjalanan commuter dari rumah ke kantor adalah hal yang sangat melelahkan. Apalagi dengan semakin padatnya penduduk, sehingga semua orang berbondong-bondong berangkat kerja di waktu yang hampir bersamaan. Kondisi jalanan dan transportasi umum yang padat dan tak kondusif, dapat memberikan dampak stres dan suntuk jika dilakukan setiap hari.

Perkembangan digital yang signifikan memberikan kita lebih banyak pilihan di segala aspek kehidupan, termasuk karir. Dulu, bekerja di kota besar dianggap menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan penghasilan yang layak, tapi sekarang semakin banyak side hustle berbasis digital yang dapat dijalankan di mana saja dan kapan saja.

Pengertian Side Hustle

Side hustle adalah istilah dari pekerjaan sampingan yang dimiliki oleh seseorang. Biasanya side hustle memiliki tugas yang lebih fleksibel. Biasanya tujuan utama side hustle adalah untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Sering kali, orang-orang memilih untuk mengejar passion-nya melalui side hustle. Tak jarang juga yang menjadikannya sebagai profesi utama.

Gaya hidup ini dapat membantu penghematan biaya transportasi, biaya hidup, dan keseimbangan antara waktu kerja dan kehidupan pribadi. Side hustle juga bisa berdampak baik kepada ekonomi lokal lho. Berikut beberapa rekomendasi side hustle fleksibel yang dapat dijalankan di mana saja beserta cara kamu memulainya:

1. Video Editor

Akses internet yang semakin mudah didapatkan, berdampak pada menjamurnya produksi konten kreatif di berbagai platform media sosial. Hal tersebut menyebabkan pada meningkatnya kebutuhan akan penyunting video profesional. Banyak kreator Youtube, Tiktok, dan Instagram yang mencari freelancer untuk menyunting video mereka.

Tentunya pekerjaan ini dapat kamu lakukan remote atau dari mana saja, sehingga kamu gak perlu repot datang ke kantor setiap hari. Berikut beberapa tips cara kamu memulai profesi ini:

  • Pelajari software untuk edit seperti Adobe Premiere dan Adobe After Effects.
  • Bergabung di bootcamp atau pelatihan software video editing untuk menambah skill kamu.
  • Buat portofolio yang berisi hasil video yang sudah kamu edit untuk membangun reputasi kamu.
  • Gabung di platform freelance yang menyediakan posisi video editor seperti Sribu, Freelancer Indonesia, dan Fiverr.

2. Social Media Manager

Sebagai Gen Z yang sangat lihai menggunakan gadget dan media sosial, pastinya hampir semua Gen Z sangat layak untuk apply profesi yang satu ini. Profesi social media manager sedang banyak dibutuhkan karena banyaknya bisnis lokal, UMKM, dan influencer yang butuh seseorang untuk mengelola media sosial mereka, sehingga terbentuk brand identity yang baik. 

Tugas dari social media manager umumnya yaitu membuat konten, membuat jadwal postingan, membalas komentar, menjadi admin akun media sosial, dan menganalisis insights akun. Berikut cara yang bisa kamu coba untuk memulai profesi ini:

  • Pelajari strategi media sosial seperti copywriting, desain konten, dan analisis engagement.
  • Buat portofolio dengan mengelola akun media sosial bisnis kecil atau teman kamu.
  • Kuasai social media analytics tools seperti Meta Business Suite, Analisa.io, Instrack, dan Hootsuite.

3. Bisnis Barang Thrift atau Preloved

Gen Z yang memiliki kekhawatiran atas pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh industri fashion mulai menjauhi konsep fast fashion dan lebih menyukai barang preloved. Selain ramah lingkungan, barang thrift memiliki harga yang cenderung lebih murah. Tren barang thrift yang banyak diminati Gen Z, membuka peluang kamu untuk memulai bisnis menjanjikan. 

Kamu bisa membeli barang thrift dengan harga murah lalu menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Kamu bisa mengkreasikan cara mempromosikan produk dengan teknik foto dan video yang aesthetic. Berikut tips yang bisa kamu lakukan untuk memulai bisnis ini:

  • Cari supplier barang thrift atau preloved dari marketplace atau toko offline yang trusted, atau kamu juga bisa menjual baju bekasmu yang masih layak pakai.
  • Cuci, perbaiki, dan buat foto etalase dan video kreatif yang menarik agar dapat menaikkan harga jual.
  • Manfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Tiktok dan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.

4. Menjual Template Digital

Bagi kamu yang punya keterampilan desain, kamu bisa coba menjual template kreasimu di platform online. Bisnis ini praktis dan fleksibel untuk dilakukan. Produk yang satu ini bersifat passive income, karena bisa dijual berkali-kali tanpa harus restock barang. 

Saat ini semua dokumen dan tugas sekolah sudah berbasis digital, maka dari itu template digital pasti banyak diminati. Berikut cara-cara kamu untuk memulai bisnis template digital:

  • Gunakan Canva dan Adobe Illustrator untuk membuat template digital, buatlah sekreatif mungkin.
  • Pilih jenis template yang ingin kamu buat seperti template cv, planner mingguan,  jurnal harian, atau template presentasi.
  • Mulailah jual di platform online seperti Etsy, GraphicRiver, dan Gumroad.

5. Menjadi Content Creator

Sebagai Gen Z yang update terhadap kebaruan produk dan tren, kamu bisa coba menjadi content creator yang disesuaikan dengan bidang dan keahlian yang kamu punya. Kamu bisa mencoba menjadi content creator review produk-produk yang menarik untuk kamu, dan tentunya konten yang dibuat harus edukatif agar bisa membantu orang lain.

Banyaknya content creator yang bermunculan saat ini, membuat kamu harus memiliki keunikan yang tidak dimiliki kompetitor lain, dan pastinya kamu harus bisa tampil pede saat membuat video. Berikut tips untuk kamu yang mau mencoba menjadi content creator:

  • Pilih niche yang kamu suka dan kuasai, seperti review kosmetik, tips seputar pendidikan, dan edukasi tentang otomotif.
  • Kamu harus konsisten dalam posting konten dan gunakan strategi SEO agar mudah ditemukan.
  • Coba bekerja sama dengan brand melalui endorsement, afiliasi, atau partnership.

Saat ini kamu bisa mewujudkan agar tetap berpenghasilan fleksibel walaupun tetap di rumah saja. Kamu bisa menikmati me-time di rumah dan menghemat ongkos tanpa khawatir akan biaya hidup kamu. 

Baca juga Manfaat dan Jenis Digital Campaign untuk Brandagar kamu bisa cari tahu lebih banyak tentang digital campaign brand!