
Ketika kamu sudah mulai memutuskan untuk hidup sendiri artinya diri kamu telah mandiri. Pemasukan dan pengeluaran di kehidupanmu perlu diperhatikan agar bisa dikelola sebaik mungkin. Keperluan seperti belanja bulanan, pelunasan utang, pembayaran listrik atau pajak kendaraan dibutuhkan yang namanya anggaran keuangan. Tujuan anggaran keuangan adalah untuk mengatur cara uang akan dibutuhkan dalam memenuhi berbagai kebutuhan, sehingga mudah bagi kamu untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Sementara, dalam menyusun anggaran keuangan kamu akan lebih menata semua alur kas yang masuk seperti mengelola bisnis kecil kamu untuk penghasilan tambahan, pemeliharaan permasalahan hutang, dan menghemat. Berikut waktu yang pas untuk kamu mulai menyusun anggaran keuangan dan cara membuatnya. Simak penjelasan berikut ini!
Persiapan Finansial yang Matang di Umur 20an
Di rentang usia produktif sekitar usia 15-64 tahun memang waktu yang tepat untuk mempersiapkan finansial yang matang demi masa depan. Selain tubuh kamu yang masih lebih bugar dan mampu sebagai penunjang proses produksi di sebuah pekerjaan. Waktu yang juga tepat untuk menyusun keuangan kamu hingga mencapai level terbaik.
Anggaran keuangan juga merupakan salah satu langkah mempersiapkan finansial yang lebih matang. Memudahkan kamu dalam mengelola dan mempertahankan usaha pribadi atau kelompok sebagai penghasil uang tambahan untuk kamu. Merencanakan masa depan dengan lebih jelas dan matang tanpa terus-menerus diganggu oleh kekhawatiran finansial.
Terutama bagi kamu yang mempunyai impian nikah muda, pasti kesiapan finansial menjadi aspek yang terpenting selain aspek emosional. Kamu juga bisa menyiapkan dana darurat untuk menghadapi situasi tidak terduga. Terlebih lagi, bisa mengurangi beban mental untuk kamu dan pasanganmu. Karena hal itu yang dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup secara keseluruhan.
6 Langkah-langkah Praktis Untuk Merencanakan Anggaran
Melalui anggaran keuangan pribadi dapat menjadi kunci capaian tujuan finansial. Berikut adalah sejumlah cara membuat listing perencanaan anggaran keuangan pribadi yang bisa kamu terapkan.
1. Terapkan Rumus 50/30/20
Kamu bisa mencoba rumus persentase 50/30/20. Pakai 50% untuk memenuhi kebutuhan seperti belanja bulanan, transportasi, dan lain sebagainya. Persentase 30% dipakai untuk self reward misalnya traveling atau yang lainnya. Sedangkan 20% sisanya, boleh kamu simpan untuk tabungan, investasi, dana darurat, dan lain sebagainya.
Langkah pertama dalam membuat anggaran keuangan ialah melakukan identifikasi terhadap semua sumber pendapatan. Ini mencakup gaji, pendapatan dari gaji, bonus, investasi, penghasilan sampingan, atau pendapatan lain yang diterima. Selanjutnya, jumlahkan semua pendapatan ini untuk mengetahui total pendapatan bulanan atau tahunan.
2. Catat Pengeluaran Tetap Skala Prioritas
Seperti penjelasan di atas tadi, pentingnya untuk mencatat arus kas pengeluaran setiap bulan agar lebih memudahkan kamu saat belanja bulanan. Mencatat pengeluaran sesuai skala prioritas yang telah ditentukan memudahkan kamu menentukan barang mana yang benar-benar kamu butuhkan dan mana yang tidak. Tentu kamu bisa terhindar dari pengeluaran yang membengkak setelah mengetahui kebutuhan yang penting dan mana yang bisa ditunda.
Langkah kedua yaitu mencatat pengeluaran rutin kamu. Mulailah dengan mencatat pengeluaran termasuk tagihan bulanan seperti listrik, air, internet, dan juga belanja kebutuhan pokok, seperti makanan, transportasi, dan lain-lain. Dengan begitu, catatan tersebut sebagai pengingat tagihan yang harus dibayarkan setiap bulan. Jika ada, kamu juga bisa memasuki catatan biaya sewa atau cicilan kendaraan. Juga, jangan lupakan pengeluaran harian seperti belanja makanan, transportasi, dan rekreasi.
3. Buat Daftar Pengeluaran Tidak Terduga dan Hitung
Pengeluaran tidak terduga bisa didefinisikan sebagai pengeluaran yang tidak terjadi setiap bulan, tapi bisa muncul sesekali. Mungkin contohnya ketika harus melakukan renovasi rumah, biaya medis, atau perjalanan. Estimasi pengeluaran ini dan tambahkan ke dalam anggaran sebagai cadangan untuk kejadian tak terduga. Lalu, daftar pengeluaran tidak terduga bisa masuk dalam catatan anggaran keuangan kamu.
Dengan adanya daftar pengeluaran tidak terduga, kamu bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kejadian yang tidak dapat diprediksi. Untuk membuat daftar pengeluaran yang bersifat sporadis ini tentu perlu pertimbangan seperti memasukkan list dana darurat yang bisa meminimalkan risiko keuangan.
4. Tentukan Anggaran Biaya Dari Setiap Pengeluaran
Tahapan berikutnya, kamu bisa membuat anggaran biaya dari setiap pengeluaran. Anggaran biaya ini bisa berupa jumlah uang yang akan dialokasikan untuk setiap pengeluaran. Di tahap ini, kamu bisa menentukan estimasi biaya untuk setiap kebutuhanmu di daftar pengeluaran tetap dan yang tidak terduga.
Untuk menentukan estimasi biaya, kamu perlu melakukan analisis dan evaluasi terhadap pengeluaran-pengeluaran yang sudah ada. Setelah menentukan estimasi biaya berdasarkan pengalaman sebelumnya, kamu bisa mengalokasikan sisa anggaran untuk hal lainnya.
5. Tentukan Tujuan Finansial (target hemat dan investasi)
Selanjutnya, kamu perlu menentukan tujuan finansialmu. Dalam anggaran, tetapkan target penghematan dan investasi. Hal ini termasuk bagian penting untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang sehingga perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan. Kamu bisa mulai dengan menyisihkan sebagian dari sumber income atau gaji kamu untuk dana darurat, tabungan pendidikan, atau investasi jangka panjang seperti reksa dana atau saham.
6. Evaluasi Pola Pengeluaran
Langkah terakhir yaitu dengan membuat anggaran keuangan pribadi yang bisa kamu lakukan. Yup! Tahap evaluasi pada pola pengeluaran. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui alokasi pendapatan kamu selama periode tertentu.
Ketika kamu mengevaluasi pola pengeluaran, tentu lebih mudah mengidentifikasi pengeluaran mana yang perlu dikurangi atau dihilangkan. Pada tahap evaluasi ini kamu juga perlu rutin untuk memeriksa catatan pengeluaran secara berkala.
Setelah itu, mulai analisis polanya dengan membandingkan jumlah pengeluaran di setiap kategori selama periode tertentu. Dengan demikian, kamu dapat melihat pengeluaran mana yang paling banyak atau sedikit. Jika pengeluaran di suatu kategori terlalu tinggi, maka mungkin kamu perlu mencari cara untuk menguranginya atau mencari alternatif yang lebih murah.
Evaluasi pola pengeluaran juga dapat membantu kamu membuat anggaran yang lebih realistis dan efektif. Dengan mengetahui pengeluaranmu secara terperinci, kamu dapat mengalokasikan uang dengan lebih bijaksana dan memprioritaskan tujuan finansial yang lebih penting.
Baca Juga: Tips Meningkatkan Literasi Keuangan Kepada Generasi Z
Penjelasan di atas diharap dapat mewakilkan kamu dalam berkembang terutama untuk tujuan masa depan finansial kamu. Dari mulai langkah membuat anggaran keuangan, hingga penjelasan cara pandang di umur 20-an terhadap aspek yang perlu kamu maksimalkan. Semoga artikel ini dapat membantu ya!