
Pendidikan keuangan adalah fondasi pengetahuan yang penting di tengah-tengah perekonomian yang melanda dunia, khususnya di Indonesia. Bahasa tentang literasi keuangan atau literasi keuangan memang sudah lama digaungkan oleh pemerintah pada beberapa tahun ke belakang. Meski begitu, sebagian orang masih banyak yang belum paham pengertian literasi keuangan, mengapa pentingnya literasi keuangan serta mengetahui kondisi finansial dengan baik terutama bagi kaum muda.
Selengkapnya tentang literasi keuangan akan dibahas pada artikel di bawah ini, yuk simak!
Gen Z Butuh Edukasi Literasi Keuangan yang Memadai
Pendidikan memang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu insan. Sejak kecil hingga dewasa pembelajaran mengenai keuangan tidak pernah menjadi mata pelajaran khusus di sekolah. Selain itu, orang-orang didikan tua juga berperan penting dalam menentukan arah kehidupan anak di masa depan. Namun kenyataannya tidak banyak orang yang memilih mempelajari suatu bidang ilmu pengetahuan misalnya pendidikan finansial. Mereka cenderung hanya memberi penghargaan kepada anak-anak dan memotivasi untuk belajar hal tersebut.
Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) dan Kredivo menyebutkan, rata-rata masyarakat menggunakan sejumlah 3% hingga 5% gaji mereka untuk belanja di e-commerce . Hal ini sejalan dengan kebiasaan generasi Z bahkan juga milenial dalam hal kurang mempertimbangkan dan benar-benar paham akan kondisi finansial. Sehingga, mereka cenderung mempunyai perilaku konsumtif.
Semakin mempengaruhi lagi, semakin muda usia, rasio pendapatan yang ditujukan untuk berbelanja di e-commerce semakin besar. Perlu kamu ketahui, masyarakat dengan rentang usia 18-25 tahun memperoleh gaji sebesar Rp 4,6 juta per bulan. Angka pendapatan tersebut setara dengan 54% yang merupakan persentase rata-rata nilai transaksi dalam kegiatan belanja instan.
Nah , sampai sini semoga kamu mulai lebih paham mengapa begitu penting mempelajari literasi keuangan! Selain handal dalam mengambil keputusan yang efektif terhadap finansial, kamu juga akan lebih siap dalam menyambut masa depan terutama terkait kondisi finansial yang baik dan mapan. Jadi, tidak setengah-setengah hanya karena ingin segera menikah atau membangun keharmonisan keluarga kecil.
Selanjutnya, kamu perlu memahami dasar-dasar literasi keuangan tersendiri. Berikut penjelasannya!
Apa Itu Literasi Keuangan?
Literasi keuangan adalah kemampuan seseorang dalam memahami dan menggunakan berbagai keterampilan keuangan, meliputi pengelolaan uang, investasi, dan perencanaan keuangan. Pada kesempatan kali ini kamu akan belajar serba serbi pengetahuan tentang produk keuangan, anggaran, utang, dan pajak.
Lebih lanjut lagi, ketika kamu mulai paham dan lihai dalam mentransmisikan informasi yang relevan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan. Hal itu juga merupakan gambaran literasi keuangan terkait pengambilan keputusan dalam memahami konsekuensi finansial yang muncul.
Elemen Utama Literasi Keuangan
Seseorang inginnya mempelajari sistematika keuangan sejak usia muda. Aspek keuangan tidak dapat terlepas dari bagian kehidupan manusia. Justru dengan kamu memahaminya, kamu dapat lebih terampil mengelola keuangan, lebih produktif, hingga persiapan yang baik dan sehat untuk masa depan yang lebih tertata.
Selain itu, dengan paham mengatur keuangan nantinya kamu dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan baik rencana atau mendadak. Ini dia beberapa elemen utama literasi keuangan yang dapat kamu pelajari.
1. Pengelolaan Uang
Kemampuan yang mencakup pembuatan anggaran, mencatat pengeluaran, dan menabung merupakan elemen awal dalam mempelajari literasi keuangan. Membuat anggaran yang matang membuat Anda disiplin dalam menentukan prioritas pada hal-hal yang dibutuhkan dan diperlukan. Mulai dari mencatat pemasukan, pengeluaran, kebutuhan untuk berinvestasi, hingga perencanaan dana untuk aspek pelayanan kesehatan. Kamu pun juga lebih tau besar pengeluaran yang diperlukan setiap bulannya.
Selain mencatat pemasukan, kamu perlu balance dengan wajib mencatat pengeluaran tanpa terlewati. Membiasakan hal tersebut membuat kamu bisa lebih bijak mengendalikan dan mengeliminasi pengeluaran yang tidak bermanfaat di hari berikutnya. Terutama dalam mempertimbangkan alokasi dana kamu pada hal-hal yang menguntungkan seperti menabung atau memulai investasi.
2. Investasi
Memahami berbagai jenis investasi dan bagaimana memilih yang sesuai dengan tujuan keuangan merupakan elemen kedua yang perlu kamu tau. Maraknya berbagai tawaran investasi menggiurkan secara online membuat kamu perlu hati-hati. Tentu dengan paham dasar dan jenis investasi ini dapat membuat kamu terhindar dari investasi bodong.
Selain itu, memutuskan untuk mulai berinvestasi bisa menciptakan kondisi finansial yang kokoh. Mengalokasikan dana kamu kepada sebuah instrumen investasi juga berguna dalam menstabilkan kondisi keuangan kamu. Tentu pula membawa keuntungan ketika kamu konsisten berinvestasi pada aplikasi terpercaya atau wadah penghimpun dana untuk investasi.
3. Pengelolaan Utang
Hidup penuh tuntutan utang memang tidak mengenakan. Sebisa mungkin untuk menghindari hutang supaya tidak perlu menyisihkan penghasilan kamu untuk membayar tagihan setiap bulannya. Jika ingin selaras mempelajari instrumen literasi keuangan mencakup cara mengelola keuangan yang baik maka perbaiki dahulu kondisi keuangan terutama dalam hal utang-piutang.
Bukan hanya itu, cara mengelola utang secara efektif, termasuk memahami suku bunga dan cara pembayaran juga hal yang penting. Alangkah baiknya kamu lebih memperhatikan waktu tempo pembayaran dan terkait tingkatan suku bunga supaya tidak memberatkan diri kamu dalam penyelesaian utang. Serta mengetahui metode pembayaran yang efektif dan mudah untuk kamu lakukan supaya tidak lagi terjadi tunggakan.
4. Perencanaan Keuangan
Perencanaan keuangan memiliki makna yang luas mencakup kemampuan untuk merencanakan masa depan yang lebih cemerlang. Seperti perencanaan pensiun dan tabungan untuk pendidikan anak menjadi hal krusial yang perlu dibuat anggaran. Fungsi dari anggaran ini yaitu mengasah keterampilan mengelola keuangan kamu dengan lebih baik. Jadi, hal ini juga mempermudah kamu dalam memisahkan kebutuhan dan keinginan.
Tetapi, perlu kamu tambahkan juga poin tertentu seperti memprioritaskan kebutuhan untuk jangka waktu tertentu. Kamu bisa membagi prioritas kebutuhan dalam anggaran sesuai dengan waktu yang dibutuhi.
Contohnya anggaran kebutuhan sehari-hari, baik yang bersifat perbulan, hingga di masa yang lebih panjang lagi. Karena dengan mengkategorikan anggaran akan mempersiapkan keperluan dana secara matang. Misal dalam pembelian properti atau di saat ingin memulai usaha secara mandiri. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif yaitu tercipta rasa aman dan independen terhadap aspek finansial di masa depan.
5. Pemahaman Pajak
Pengetahuan tentang kewajiban pajak dan bagaimana mengelola penghindaran pajak secara legal merupakan elemen keuangan yang juga sangat penting. Pada dasarnya, masyarakat Indonesia wajib membayar pajak terutama mereka yang sudah dikenai tanggung jawab perpajakan. Apabila melanggar, seseorang akan mendapat hukuman yang berlaku berupa denda, bunga, hingga kurungan penjara.
Bila kamu makan di sebuah restoran, pasti kamu perlu membayar pajak. Ketika kamu baru membeli kendaraan baru, wajib pula kamu untuk membayar pajak. Terlebih saat memiliki rumah, wajib bagi pemilik rumah untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selain itu, kamu juga mesti paham bagaimana penghindaran pajak (Tax avoidance) secara legal yang dapat menguntungkan kamu, bisnis kamu, atau berdirinya sebuah perusahaan. Hal ini berguna dalam mengatur jumlah pengeluaran pajak agar terkendali.
7 Contoh Literasi Keuangan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Setelah memahami pengertian dan elemen utama dalam literasi keuangan, artikel ini juga akan membahas tentang contoh implementasi literasi keuangan di kehidupan sehari-hari. Cermati penjelasan di bawah ini, ya!
1. Hadirnya Berbagai Macam Tabungan
Contoh literasi keuangan yang pertama yang dirasakan pada saat ini yaitu kecanggihan teknologi. Keadaan ini memudahkan kamu dalam membuka rekening tabungan. Pasalnya, lembaga-lembaga keuangan mulai percaya diri untuk menawarkan berbagai macam dan jenis tabungan. Kamu akan ditawari tabungan sesuai kebutuhan saja.
Berbeda dengan era zaman dahulu, kamu perlu berkunjung ke bank lalu membuka rekening. Saat tiba, kamu akan memilih berbagai penawaran tabungan mulai dari tabungan limit kecil, besar, hingga menengah. Hampir seluruh bank memberikan penawaran jenis produk serupa. Hal itu dikarenakan pilihannya terbatas. Sedangkan zaman sekarang terkait hal membuka rekening pilihannya lebih bervariatif.
2. Kesadaran Masyarakat Untuk Menerapkan Menabung Sejak Dini
Kebiasaan menabung sejak dini sebaiknya ditanamkan sejak anak masih berada di bangku SD. Karena hal ini sebagai bekal pengetahuan untuk masa depan. Misal, contoh literasi keuangan bagian pelajar yakni menabung melalui SimPel (simpanan pelajar).
Jika sejak kecil sudah terbiasa dengan menabung, anak-anak akan menyadari bahwa menabung itu sangat penting. Pada dirinya akan terus tertanam kesadaran untuk menyisihkan uangnya, untuk kebutuhan menabung. Selain meningkatkan produktivitas, menabung menjadi bagian dari pengelolaan uang surplus guna memenuhi tujuan tersebut.
3. Partisipasi Masyarakat Pada Sektor Keuangan
Minat masyarakat akan sektor keuangan kian meningkat. Terlebih dengan majunya teknologi, justru berpeluang besar untuk mendapatkan informasi berupa keuangan secara cuma-cuma.
Partisipasi masyarakat seperti itu, mampu menunjukkan tingkat literasi keuangan negara cukup bagus. Berbagai konten yang menyadarkan masyarakat mengenai keuangan, sekarang bisa ditonton melalui aplikasi sosial media seperti TikTok, Youtube, Instagram, dan Twitter.
4. Menjalani Investasi Bisa Dimulai Modal Kecil
Dunia investasi kian berkembang pesat lagi-lagi karena kemajuan teknologi. Dahulu, banyak yang beranggapan bahwa berinvestasi hanya dilakukan oleh orang kaya saja. Namun kenyataannya, investasi bisa dilakukan oleh siapa saja terlebih dengan modal yang kecil.
Maraknya program investasi yang dibuat oleh lembaga keuangan yang relatif aman bagi pemula. Umumnya masyarakat di tingkat sufficient literate sudah paham bahwa investasi menguntungkan dalam jangka panjang. Akan tetapi, memang perlu skill khusus dalam mencari program yang aman dan sesuai kebutuhan.
5. Mampu Mengatur Uang Dengan Baik
Seperti pembahasan sebelumnya, pentingnya mengelola utang dengan baik merupakan contoh literasi keuangan. Di sini tujuannya bukan semata-mata sebagai perilaku konsumtif melainkan hal produktif.
Misalnya, jika bisnismu dalam status cukup bagus, tetapi untuk ekspansi modalnya belum cukup. Maka, pilihan berutang memang hal yang lumrah, jika untuk membantu memajukan bisnis kamu sendiri.
6. Produk Keuangan Digital Menjadi Trend Baru
Contoh berikutnya adalah produk finansial digital misalnya e-Money, pinjaman online atau pinjol, hingga pay later. Terciptanya berbagai produk keuangan digital ini berawal dari masa krisis saat 2019 silam ketika terjadi pandemi Covid.
Semua masyarakat jadi lebih kilat memahami bahwa sekarang ini transaksi non tunai kian dibutuhkan. Untuk aksesnya, hanya membutuhkan internet dan ponsel yang memadai.
Berbagai jasa keuangan muncul dengan produk unggulannya masing-masing, dengan mengutamakan rilisan versi terbaru. Keuntungan digital financial literacy salah satunya lebih mudah mengelola keluar masuknya uang.
7. Umat Muslim Lebih Selektif Memilih Lembaga Keuangan Syariah
Selain lembaga keuangan komersial, lembaga keuangan syariah juga tidak luput perhatian. Untuk masyarakat Indonesia terkait indeks literasi keuangan syariah belum begitu tinggi. Menurut survei lembaga keuangan, persentasenya berada pada angka 9,14% pada 2022.
Meski kecil, angka tersebut mengalami peningkatan dari survei tahun 2019. Alasannya, karena ada banyak lembaga, perbankan, dan pembiayaan berbasiskan syariah.
Kenyataannya, tingkat literasi masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Kunci sukses seseorang bisa mudah mengelola uang secara benar terdapat pada pemahamannya tentang literasi keuangan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran untuk mengetahui betapa pentingnya literasi keuangan.
Baca Juga: Pentingnya Literasi Digital di Era Modern
Demikian tadi penjelasan mengenai pengertian, unsur utama, contoh-contoh literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Konsentrasi khususnya terhadap generasi Z untuk memilah mengenai pengetahuan keuangan, mencegah program keuangan yang ditawarkan di berbagai platform yang sekiranya kurang aman, serta bijak mengelola keuangan untuk hari-hari berikutnya. Semoga artikel ini bermanfaat ya.