
Kamu telah mempelajari ilmu ekonomi saat di bangku sekolah, kan? Ilmu ekonomi sendiri memiliki korelasi terhadap pemahaman kecerdasan finansial. Ekonomi mempunyai arti pengelolaan sumber-sumber daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.
Menurut Mill J.S ekonomi juga merupakan sains praktikal tentang pengeluaran dan penagihan. Contoh mudahnya, ketika kamu penuh pertimbangan dalam memutuskan barang yang ingin kamu belanjakan sesuai kebutuhan, atau saat melakukan penawaran barang, membandingkan harga barang terhadap kompetitor, hingga mencari diskon besar demi keuntungan.
Ketika kamu telah memahami betul ilmu ekonomi yang kamu terapkan sehari-hari, kamu juga akan mudah untuk bijak mengelola perekonomian individu atau lembaga. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui peran literasi keuangan mencakup dasar-dasar ekonomi di kehidupan. Hal ini membantu dalam mengambil keputusan ekonomi.
Ilmu ekonomi memang tidak bisa dipisahkan oleh benda material seperti uang. Selanjutnya, untuk lebih memahami perihal keuangan, artikel ini akan membahas sejarah pengetahuan keuangan dan perbankan di masa kolonial. Simak penjelasannya.
Sejarah Pengetahuan Keuangan dan Perbankan Masa Kolonial
Kata ‘Bank’ diambil dari bahasa Italia banque atau banca yang artinya bangku. Saat masa Renaisans para bankir di Florence melakukan kegiatan transaksi dengan duduk di meja penukaran uang. Dari situ lahir sejarah mengawali terbentuknya kebiasaan duduk sambil bekerja. Di mana saat itu lebih banyak para pekerja buruh yang bekerja lalu-lalang.
Kemudian, usaha perbankan baru dimulai saat zaman Babylonia lalu lanjut sampai ke zaman Yunani kuno dan Romawi.
Pada saat itu yang hanya berfungsi sebagai tukar-menukar uang saja. Seiring perkembangan perdagangan dunia, maka laju perkembangan dunia perbankan mulai pesat karena tidak terlepas dalam arus perkembangan perdagangan dunia yang sedang maju-majunya.
Perdagangan mencapai masa kejayaan awalnya hanya di daratan Eropa akhirnya menyebar ke Asia Barat. Sementara perkembangan bank di Inggris baru dimulai abad ke-16. Laju pertumbuhan dan berkembangnya bank di Inggris sesuai dengan kondisi keadaan inggris yang begitu aktif mencari daerah perdagangan untuk dijajah. Sehingga ikut dibawa ke negara jajahannya.
Berikut penjelasan timeline sejarah perbankan di dunia sebagai berikut:
1. Abad ke-18 Sebelum Masehi (SM), Masa Penyimpanan di Rumah Ibadah
Barang yang sangat berharga, emas, telah dikenal pada saat ini. Emas adalah ukuran kekayaan selain memiliki hewan peliharaan. Namun, karena emas sangat rawan dicuri atau dirampok sendirian, rumah ibadah adalah tempat terbaik untuk menyimpannya. Pencuri tidak akan berusaha mencuri karena bangunan itu kokoh dan banyak orang yang datang untuk beribadah.
Di Mesir dan Mesopotamia, emas disimpan di rumah ibadah oleh lembaga penyimpan khusus. Di Babylonia pada masa Hammurabi (Abad 18 SM), para pendeta membuat catatan pinjaman di rumah ibadah. Ini merupakan ide pertama tentang perbankan sebagai tempat untuk melakukan pertukaran barang dan menyimpan emas.
2. Abad 4 SM, Masa Lembaga Keuangan Yunani dan Roma
Dibandingkan dengan aktivitas usaha masyarakat lainnya, bisnis perbankan di Yunani saat ini lebih bervariasi dan maju. Dengan melakukan transaksi keuangan, wirausaha swasta mulai melakukan hal yang sama dengan lembaga ibadah dan bisnis publik. Sebagai alat tukar, mereka menerima dan memberikan simpanan, memberikan pinjaman, dan menguji keasliannya.
Para pemberi pinjaman dapat ditemukan di mana-mana di kota Yunani dengan membuat catatan pinjaman dan bahkan menawarkan jasa pengiriman koin yang banyak. Kegiatan perbankan di Yunani diatur oleh kerajaan Romawi ketika mereka menerimanya. Pada abad kedua SM, semua hutang dibebaskan secara resmi dengan membayar bank. Pejabat publik, yang sekarang berfungsi sebagai notaris, dibentuk untuk membuat undang-undang khusus untuk menangani masalah pembebasan hutang tersebut.
Namun, ketika Romawi jatuh dan kalah perang, para pelaku perbankan mengalami kerugian yang signifikan karena para penguasa gereja Katolik melarang penarikan bunga karena dianggap bertentangan dengan prinsip moral. Akibatnya, berbagai konsep dan jenis pembiayaan tidak berkembang dan banyak bisnis finansial dihentikan.
3. Abad 12-14 Setelah Masehi (AD) Kerajaan Perbankan Eropa
Karena mereka menjadi kaya dan berkuasa selama abad ke-12 dan ke-13, para bankir dari Italia Utara, yang selalu disebut “Lombards”, secara bertahap menggantikan orang-orang Yahudi sebagai pemberi pinjaman. Dengan penemuan pembukuan yang disebut sebagai “double entry book keeping”, pembukuan berpasangan yang mencatat pemasukan dan pengeluaran (debit dan kredit) dalam satu buku, kemampuan bisnis orang Italia semakin maju.
Kemudian dimulai persaingan di Eropa antara bank-bank terkenal. Dua orang bersaudara Bardi dan Peruzzi, yang tinggal di Florence, Italia, pada awal abad keempat belas, tumbuh menjadi keluarga kaya yang bekerja dalam bisnis jasa keuangan. Mereka menerima penitipan dan menyalurkannya ke “papacy”, sebuah rentenir uang. Untuk memudahkan perdagangan, mereka menyediakan pedagang dengan “bill of exchange”, atau alat tukar kertas, yang dibeli oleh debitor di satu kota dan dapat digunakan sebagai pembayaran di mana pun (sama seperti fungsi cek saat ini).
Lalu bank-bank di Florence, Italia mulai menunjukan keunggulannya dalam menyediakan alat pembayaran menjadikan mereka Sebagai pemilik cabang jasa keuangan di luar Italia dan keluarga perusahaan mendirikan kantor-kantor di berbagai wilayahnya.
Pada tahun 1340, Edward III dari Inggris menghabiskan banyak uang untuk perang dengan Prancis. Raja Edward III meminjamkan 600,000 emas kepada bank di Florence milik Peruzzi dan Bardi, masing-masing sebesar 900,000 emas dari Bardi. Pada tahun 1345, bank tersebut mengalami gagal bayar, yang mengurangi modal mereka dan hampir membuat mereka bangkrut, tetapi mereka tetap bertahan sampai akhir abad ke-15.
4. Abad 15-16 AD : Dinasti Fugger
Keluarga Medici adalah dinasti perbankan terbesar di Eropa pada awal abad ke-15. Medici Bank didirikan pada tahun 1397, tetapi tindakan politik keluarga tersebut mengganggu fokus keluarga tersebut dalam bisnis perbankan. Kemajuan perbankan dalam keadaan yang sangat membahayakan setelah kekuasaan Lorenzo.
Giovanni Medici, yang ingin menjadi politisi, mengikuti pemilihan dan meninggalkan bisnis perbankannya, yang akhirnya menjadi pemimpin Florence. Namun, keluarga Funggers Jerman mengambil alih perannya sebagai bank terbesar. Dengan mengelola keuangan kepausan dan ratu, Medici dan Fugger memperoleh banyak harta.
Kejayaan fungger dimulai saat kekuasaan Eropa berpindah ke Habsburgs pada akhir abad ke-15. Ketika mereka memberikan pinjaman kepada keluarga kerajaan Habsburg pada tahun 1487 dan memperoleh keuntungan dari perdagangan emas dan perak, dinasti ini berkembang pesat dalam usaha pertambangan dan baja.
Bahkan upaya pembiayaan dinasti ini berkembang bahkan untuk membayar pemilihan Charles; biaya sebesar 852,000 florins—dalam mata uang saat itu—dibayar oleh Fungger hampir 2/3 (544,000 florins), dan kampanye itu gagal, dan kandidat yang diusung tersebut terpilih menjadi Charles V. Bunga bank Fungger pada saat itu hanya 12 persen.
5. Abad ke 16 AD : Mulai Cek diperkenalkan
Mulanya di Venice, Italia pada 1587, berdiri The Banco della Piazza (Piazza Bank) oleh pemerintah. Salah satu tujuannya adalah untuk menciptakan surat-surat berharga sebagai bukti simpanan nasabah, menciptakan alat pembayaran berupa bukti kertas di Italia, hingga kegiatan-kegiatan lain yang membuat suatu transaksi dengan tidak lagi menggunakan koin sebagai alat tukar dalam pembayaran.
Selain lebih efisien dengan tidak selalu menggunakan koin, hal itu juga menimbulkan risiko walaupun sudah terjamin oleh pemerintah.
Kemudian, pada kurun waktu tersebut juga beberapa bank telah mampu memberi alat-alat pembayaran antardaerah dan antarbangsa. Hal ini ditandai dengan adanya bentuk wesel dan promes. Pada masa lalu, penukar uang menggunakan wesel setelah menerima uang logam emas dari seorang pedagang dan kemudian memberikan kepada pedagang selembar kertas wesel, atau bill, yang menyatakan bahwa penukar uang akan membayar kepada pedagang sejumlah uang atau logam emas lainnya setiap kali diminta.
Jika penukar uang dikenal baik dan kredibel, wesel dapat digunakan dalam masyarakat seperti uang dan dapat berpindah tangki. Dengan menambahkan elemen waktu, wesel berubah menjadi lebih dari hanya alat uang dan kemudian alat kredit. Lalu apa itu promes? Promes adalah kertas yang diberikan kreditur kepada debitur sebagai jani pembayaran kembali kelak, dan ini merupakan surat jangka pendek. Kesuksesan percepatan perdagangan tidak dipengaruhi oleh sistem pembayaran dengan cek.
Sedang, cek adalah alat tukar antara bank dan individu yang memiliki kemampuan untuk melakukan pembayaran (nasabah). Logam, warkat komersial, warkat seperti wesel, serta penerapan “discounting” (men diskonto) hingga segala transformasi pergerakan peminjaman uang dan pelibatan bisnis sering dilakukan dan berkembang seiring waktu.
6. Abad 17-18 AD : Kebangkitan Bank-Bank Nasional
Di abad ini pembentukan bank nasional terjadi. Hal ini dilatarbelakangi oleh kejadian tahun 1617 Banco Giro untuk menyelesaikan masalah Banco della Piazza di Rialto (Piazza Bank) yang mendapatkan masalah karena memberikan pinjaman yang berisiko, salah satu nasabahnya adalah pemerintah Venetian. Maka jika uang pemerintah ditempatkan di bank swasta akan mengakibatkan risiko bagi negara tersebut sehingga perlu ada bank milik pemerintah untuk mencarikan pinjaman bagi masyarakat dan menjamin pinjaman tersebut.
Pemikiran tersebut berkembang menjadi ide awal pembentukan bank milik negara. Kemudian, pesatnya perkembangan bank dan alat pembayaran sekaligus mulai diberlakukan pembayaran negara oleh bank First united bank (USA). Menghidupi kembali kredit nasional yang telah hancur karena adanya perang, juga demi memperkuat ketahanan lajunya sistem uang nasional.
7. Abad 19-20 AD : Kerja Sama Internasional
Mulai terjadi awal yang baru seperti kerja sama internasional, pembentukan bank modern, dan mulai diberlakukannya sistem perbankan berbasis teknologi. Namun, meski begitu laju pertumbuhan perbankan belum begitu bagus. Hal itu terlihat dari jatuhnya perusahaan bursa efek di Amerika Serikat pada 1929. Dua tahun berikutnya, di Eropa terjadi pula kejatuhan umum di lapangan kredit, dan banyak bank yang bangkrut.
Dalam suasana yang kritis dalam kehidupan perbankan saat itu, beberapa usaha telah dilakukan untuk menciptakan dasar kerja sama bagi sistem pembayaran internasional yang baru, dan kerja sama di lapangan ekonomi. Pada tahun 1920 diadakan konferensi di Brussel dengan dukungan Liga Bangsa-Bangsa, konferensi ini berpendapat harus didirikan bank-bank sentral di setiap negara, dan mereka harus menjalankan pengendalian keuangan, seperti yang dijalankan oleh Bank of England.
Konferensi lanjutannya diadakan di Genoa, Italia pada tahun 1922. Hasil dari konferensi tersebut di antaranya, adalah supaya setiap negara mempergunakan uang kertas di dalam sistem mata uang guna menghemat pemakaian emas.
Baca Juga: 4 Tingkatan Literasi Keuangan dan Aspeknya!
Nah, itu tadi sejarah pengetahuan keuangan dan perbankan yang telah kamu ketahui. Lalu, kembali lagi untuk mengerti bahwa literasi keuangan yang baik sangat penting dimiliki oleh setiap individu demi menunjang dan mempengaruhi suatu pengambilan keputusan investasi. Seseorang yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih selektif dan lebih berhati-hati dalam memilih jenis investasi, analisis, serta keputusan-keputusan investasi lainnya.
Hingga akhirnya, dengan memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang tinggi kamu bisa mengoptimalkan segala perencanaan pengeluaran dalam sebulan, serta meminimalisir terjadi kekurangan di akhir bulan. Selain itu, kecerdasan spiritual dan pendidikan keuangan di keluarga bisa meningkat hingga mencapai target pengelolaan keuangan yang diinginkan. Kamu pun mulai terbiasa menghindari terjadinya penyimpangan terhadap pengalokasian keuangan pribadi. Semoga artikel ini bermanfaat ya!