
Sebagai generasi yang tumbuh dengan banyaknya perubahan dan perkembangan media sosial, Gen Z seringkali dihadapkan dengan ekspektasi dan tekanan dari orang lain. Banyak Gen Z yang terpacu oleh tekanan itu sehingga terjebak di dalam siklus produktivitas tanpa henti yang berlebihan.
Hal ini dapat menyebabkan stres, kecemasan, hingga burnout. Salah satu solusi yang semakin populer di kalangan Gen Z adalah gaya hidup slow living. Slow living dapat menekankan kesadaran, keseimbangan, dan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Slow living adalah gaya hidup dengan ritme yang lebih tenang, menikmati proses, dan fokus pada kualitas dibanding kuantitas.
Slow living bukan berarti malas atau enggan bekerja keras, namun lebih ke menjalani hidup dengan tenang. Gen Z bisa mengurangi stres dan hidup dengan sehat jika memiliki gaya hidup ini.
Slow Living Sebagai Solusi untuk Mengurangi Stres
Melihat pencapaian orang lain di masa muda terkadang membuat Gen Z merasa tertinggal dan kurang terhadap yang dimiliki saat ini. Hal ini bisa memicu stres yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak diatasi. Berikut tips menerapkan slow living:
1. Hentikan Siklus Overworking
Banyak Gen Z yang merasa harus terus bekerja keras sampai mendorong dirinya sendiri untuk bekerja lebih keras dari biasanya. Gen Z memiliki pola pikir kalau bekerja keras dapat mencapai kesuksesan di usia muda. Akibatnya, Gen Z sering bekerja lembur yang berujung burnout.
Kamu harus coba menerapkan gaya hidup slow living dengan menghentikan siklus overworking. Kamu harus memahami kalau istirahat bukan kemalasan, tetapi bagian penting dari produktivitas. Menerapkan teknik deep work yang dilakukan bekerja dengan fokus tinggi dalam waktu singkat tanpa distraksi dibanding bekerja sepanjang hari dengan produktivitas rendah.
2. Kurangi Tekanan Media Sosial
Penggunaan media sosial membuat Gen Z terpapar kehidupan orang lain yang terkesan sukses, bahagia, dan sempurna. Hal itu dapat menimbulkan tekanan untuk selalu mengejar ketertinggalan dan tidak pernah puas dengan pencapaian hidup sendiri.
Coba lakukan detoks media sosial dengan mengurangi waktu scrolling media sosial dan hanya mengikuti akun yang berdampak positif. Kamu harus menghindari mindset yang membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan bersyukur atas apa yang dimiliki saat ini.
3. Prioritaskan Self-Care
Self-care seringkali dikaitkan sebagai sesuatu yang mewah seperti ke salon atau memakai skincare, namun nyatanya self-care sesungguhnya berfokus pada menjaga keseimbangan mental dan emosional. Dapat dilakukan dari hal yang paling simpel yaitu mendapatkan tidur yang cukup.
Melakukan aktivitas yang membuat ketenangan seperti membaca, menulis jurnal, dan berjalan-jalan bisa kamu coba lakukan untuk refresh otak yang lelah. Selain itu, fokuslah pada satu tugas dalam satu waktu, hindari multitasking yang bisa membuat kamu merasa kewalahan.
4. Tingkatkan Kualitas Hubungan Sosial
Kamu tidak harus fokus pada hubungan sosial yang terlalu banyak dan tidak berkualitas. Habiskanlah waktumu bersama orang-orang yang dapat memberikan pengaruh baik dalam hidup kamu. Jangan ragu untuk cut off orang-orang toxic dan judgemental yang membatasi cara kamu hidup.
Perbanyak interaksi sosial secara langsung daripada menggunakan komunikasi digital yang bisa membatasi bonding kamu bersama orang terdekat. Hindari menjadi people pleaser yang selalu mengutamakan orang lain dibanding dirimu sendiri, karena hal tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.
5. Kurangi Gaya Hidup Konsumtif
Tren yang bermunculan membuat banyak Gen Z melakukan belanja impulsif yang merasa harus memiliki barang tertentu yang sedang hits. Barang tren biasanya tidak digunakan dalam waktu yang lama, melainkan hanya tren sesaat saja. Hal ini dapat membebani finansial dan menciptakan stres kepada orang tersebut.
Kamu sebaiknya menerapkan slow living dengan hanya membeli sesuatu yang benar-benar dibutuhkan dan memiliki nilai jangka panjang, seperti model baju yang timeless. Membeli barang yang lebih sedikit namun berkualitas akan membantu kamu lebih berhemat.
Kamu bisa mulai mencoba gaya hidup slow living dari aktivitas yang paling sederhana seperti berjalan dengan tempo yang santai, menikmati sore hari yang rileks dengan minum teh tanpa distraksi, dan menjauhkan gadget sejenak untuk memberikan ketenangan tanpa beban pikiran. Membiasakan diri untuk berhenti di tengah kesibukan bisa membantu kamu meredakan stres dengan cepat.
Itu dia beberapa solusi dan cara menerapkan slow living ala Gen Z yang bisa membuat kamu hidup lebih nyaman dan tenang. Dibanding mengejar pencapaian dalam tempo yang tergesa-gesa, sekarang saatnya Gen Z memperlambat langkah dan menikmati setiap momen dalam hidup dengan santai dan tenang.
Baca juga “Literasi Keuangan: Tujuan Utama, Manfaat, dan Keputusan Finansial” untuk mempelajari literasi keuangan lebih mendalam!