Berkembangnya teknologi dan internet mendukung cepat meluasnya tren dan produk di marketplace. Akses ke marketplace yang mudah, membuat Gen Z terpapar oleh budaya konsumtif. Brand-brand yang melihat peluang ini seringkali memanfaatkan tren untuk mempromosikan produk mereka dengan besar-besaran. 

Hal ini membuat Gen Z yang merasa update tren dan takut FOMO untuk membeli produk-produk tersebut tanpa mempertimbangkan kegunaannya. Namun di tengah godaan belanja impulsif, semakin banyak Gen Z yang menyadari pentingnya frugal living atau gaya hidup hemat. Frugal living memprioritaskan kualitas, kegunaan, dan kenyamanan produk yang dibeli daripada tren dan gengsi. 

Pengertian Frugal Living

Frugal living adalah prinsip hidup yang mengedepankan gaya hidup hemat dan bijaksana dalam pengeluaran uang. Gaya hidup ini berfokus pada pengelolaan keuangan tanpa mengorbankan kesenangan dan kualitas hidup. Prinsip utama frugal living bukan hanya sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi juga memastikan uang yang dipakai memiliki manfaat jangka panjang.

Sejarah Frugal Living

Nyatanya gaya hidup hemat atau frugal living telah muncul sejak zaman berburu lho. Manusia yang berburu mengumpulkan apa yang mereka butuhkan saja untuk meminimalisir limbah dan memaksimalkan pemanfaatan. 

Sejumlah sumber menyatakan bahwa di abad pertengahan, biara dan pemuka agama menerapkan gaya hidup hemat untuk praktik spiritual dengan menghargai kesederhanaan dan kemandirian.

Tidak hanya menghemat uang, frugal living juga membantu mengurangi stres finansial, keberlanjutan lingkungan, dan membangun kebiasaan spending uang yang sehat untuk masa depan. Berikut tips menerapkan frugal living  bagi Gen Z tanpa harus takut kehilangan kesenangan:

1. Beli Barang dengan Kesadaran Bukan Sekadar Ikut Tren

Banyak Gen Z yang tergoda untuk membeli suatu produk karena sedang viral di media sosial. Gen Z rentan merasa fear of missing out atau FOMO sehingga tertarik untuk membeli barang tren yang hanya dipakai sebentar sebelum akhirnya barang tersebut dianggap sudah tidak ngetren. 

FOMO seperti itu seringkali sangat membuang uang karena produk tidak akan dipakai untuk waktu yang lama. Maka dari itu, berikut beberapa solusinya:

  1. Pikirkan barang yang bakal kamu beli selama 24 jam, pertimbangkan apakah produk itu benar-benar akan kamu butuhkan atau hanya dorongan impulsif.
  2. Bandingkan harga dan produk alternatif lain yang lebih worth-it dari segi kegunaan dan harga.
  3. Prioritaskan kegunaan daripada sekadar mengikuti tren. 
  4. Beli produk fashion dengan gaya timelesss, sehingga gaya baju itu bisa digunakan sampai kapan saja.

2. Gunakan Teknologi untuk Hidup Hemat

Gen Z pastinya sudah khatam kalau soal teknologi, maka dari itu penting memanfaatkan teknologi untuk hidup hemat. Teknologi yang dimanfaatkan dengan baik akan memberikan dampak yang baik juga untuk kamu. Beberapa cara yang bisa kamu coba yaitu:

  1. Gunakan aplikasi budgeting untuk membantu kamu manage pengeluaran dan pemasukkan uang. Aplikasi yang bisa kamu coba install yaitu Money Lover.
  2. Manfaatkan promo dan cashback dari aplikasi e-wallet marketplace, dan kartu debit dengan bijak. 
  3. Belanja online dengan bijak, seperti menggunakan fitur wishlist untuk menghindari belanja impulsif dan menunggu diskon besar.

3. Thrift Shopping Tanpa Boros

Sebagai generasi yang peduli fashion dan ingin tampil stylish, Gen Z dapat memulai thrift shopping yang bisa sesuai budget dan ramah lingkungan. Pilih pakaian dengan gaya yang timeless sehingga bisa dipakai kapan saja.

4. Prioritaskan Tabungan dan Investasi Sejak Dini

Banyak Gen Z yang memiliki mindset untuk menunda menabung. Padahal di kemudian hari dapat menjadi penyesalan besar. Beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu buat rekening khusus tabungan, mulai mempelajari investasi, dan mencari sumber penghasilan tambahan.

Manfaat Frugal Living

Paparan budaya konsumtif yang marak seringkali memengaruhi Gen Z, sehingga munculnya berbagai tantangan dalam mengelola keuangan. Frugal living menawarkan solusi untuk hidup lebih hemat dan berkualitas.

Menerapkan frugal living dapat memberikan berbagai manfaat bagi kamu yaitu terbebas dari masalah finansial dan utang, mencapai kebebasan finansial lebih cepat, membentuk pola hidup berkelanjutan, menikmati hidup tanpa tekanan finansial, dan menyiapkan masa depan stabil dan fleksibel.

Itulah tips-tips dan manfaat memulai frugal living untuk Gen Z tanpa harus menyiksa diri dan mengorbankan kesenangan. Frugal living dapat dilakukan dengan mengelola uang secara cerdas dan efisien. Baca juga Cara Menetapkan Keuangan Jangka Panjang: Prinsip SMART untuk rencana keuangan yang lebih baik!