
Di era ekonomi yang tidak menentu dan naiknya biaya hidup, sebagian Gen Z mulai menyadari pentingnya me-manage keuangan untuk kehidupan finansial yang stabil di masa depan. Terutama di waktu digitalisasi di mana informasi meluas dengan hanya sekejap. Maraknya tren investasi memicu pro kontra di antara masyarakat.
Munculnya kasus investasi bodong menimbulkan keresahan di antara masyarakat yang ingin mencoba atau sudah terjun ke dunia investasi. Investasi seharusnya menjadi aktivitas penanaman uang, modal, atau aset berharga untuk memperoleh keuntungan. Sebaliknya, investasi bodong malah mengarah ke penipuan sehingga hanya mendapat kerugian.
Meskipun begitu, investasi masih menjadi aspek keuangan yang diminati banyak orang. Nyatanya, investasi yang dilakukan dengan baik dan terpercaya bisa memberikan keuntungan dan membantu kamu mencapai kestabilan finansial.
Namun, sering kali muncul pertanyaan apakah seseorang dengan gaji UMR bisa melakukan investasi? Jawabannya tentu bisa, investasi bisa dimulai dengan nominal kecil. Berikut penjelasan tentang tips berinvestasi aman dan realistis bagi Gen Z yang bergaji UMR.
1. Atur Arus Keuangan dengan Bijak
Faktanya, banyak orang yang gagal dalam berinvestasi bukan karena gaji yang kecil, tapi karena manajemen keuangan yang kurang baik. Langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum berinvestasi adalah memahami arus keuangan pribadi terlebih dahulu. Jangan sampai uang yang kamu keluarkan untuk investasi terlalu banyak sehingga mengorbankan biaya kebutuhanmu yang lain.
Untuk manajemen keuangan yang baik, kamu bisa menggunakan prinsip 50/30/20. Prinsip tersebut dilakukan dengan cara menyisihkan gaji kamu 50% untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, tempat tinggal, dan listrik. Selebihnya, 30% untuk keinginan atau hiburan kamu seperti traveling, belanja, dan langganan Netflix. Terakhir, 20% gajimu dialokasikan untuk investasi.
Biasakan untuk mencatat semua pengeluaran dan pemasukan kamu untuk melihat jika ada peluang untuk berhemat. Kurangi gaya hidup konsumtif yang terlalu boros. Selain itu, kamu bisa gunakan aplikasi pengelola keuangan untuk membantu mengatur anggaran seperti Money Lover dan Monefy.
2. Mulai Investasi dari Modal Kecil
Kebanyakan orang berpikir bahwa investasi harus dimulai dengan modal yang besar. Padahal nyatanya saat ini sudah banyak pilihan investasi yang bisa dimulai dengan nominal yang kecil. Contoh pertama yaitu reksadana yang terkenal cocok untuk investor pemula karena memiliki risiko yang rendah dibandingkan saham. Reksadana dikelola oleh manajer investasi, jadi kita tidak perlu mengurusnya.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba investasi emas digital. Emas selalu menjadi investasi yang stabil karena tahan terhadap inflasi. Investasi emas dianggap sebagai pilihan yang menguntungkan karena harganya cenderung signifikan dan jarang mengalami penurunan harga. Digital platform yang terpercaya untuk investasi atau jual-beli emas adalah Pegadaian Digital dan Tokopedia Emas.
3. Prioritaskan Dana Darurat Sebelum Berinvestasi
Jangan terlalu all in dalam berinvestasi, kamu juga harus ingat untuk menyiapkan dana darurat. Dana darurat adalah uang cadangan yang bisa kamu gunakan dalam situasi tidak terencana, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya medis mendadak.
Idealnya, kamu bisa menyisihkan uang untuk dana darurat sebanyak Rp1.000.000-Rp2.000.000. Kamu bisa simpan dana darurat di rekening khusus yang tanpa biaya admin.
4. Hindari Investasi Berisiko Tinggi
Gen Z yang masih suka mengalami FOMO terkadang terburu-buru ikut tren investasi tanpa riset terlebih dahulu. Pasalnya, banyak yang tergoda oleh janji retur besar dalam waktu singkat, padahal hal tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi. Maka dari itu, penting bagi kamu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memulai investasi.
Kamu sebaiknya hindari investasi berisiko tinggi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat yang tidak realistis, tidak memiliki izin dari OJK atau lembaga keuangan yang resmi, dan dipromosikan oleh seseorang atau influencer tanpa adanya penjelasan detail.
Itulah beberapa tips untuk kamu yang mau memulai investasi aman, realistis, dan dengan modal awal kecil. Strategi investasi yang tepat bahkan dengan gaji UMR, tetap bisa membangun masa depan finansial yang lebih stabil dan sejahtera.
5. Konsisten dan Sabar dalam Berinvestasi
Investasi bukanlah cara instan untuk mendapatkan kekayaan dan keuntungan finansial, tetapi merupakan strategi untuk mencapai kestabilan finansial dalam jangka panjang. Konsistensi penting kamu terapkan daripada investasi langsung dalam nominal besar.
Bahkan dengan Rp100.000 per bulan jika kamu lakukan dengan disiplin, hasilnya akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Kamu bisa memulai investasi secara konsisten dengan menetapkan autodebet investasi setiap bulan dan membuat target jangka panjang untuk dana pensiun atau DP rumah.
Baca juga “Tujuan, Manfaat, dan Keuntungan Memulai Investasi Sejak Muda” untuk cari tahu pentingnya memulai investasi sejak dini!