
Kebanyakan orang berpikir bahwa olahraga adalah kegiatan yang membutuhkan intensitas tinggi, tenaga yang maksimal, atau angkat beban untuk mendapatkan hasil yang baik. Namun ada konsep olahraga yang menggunakan effort lebih sedikit, tetapi tetap efektif yaitu low impact. Olahraga ini mengutamakan gerakan yang tidak memberikan tekanan berlebihan pada sendi dan tulang.
Meskipun olahraga ini dilakukan dengan tenaga yang tidak besar, namun memiliki hasil yang signifikan terhadap kebugaran fisik dan mental. Untuk kamu yang ingin memiliki tubuh bugar tanpa khawatir cedera atau tidak punya banyak waktu, maka olahraga low impact bisa menjadi solusi yang tepat.
Pengertian Olahraga Low Impact
Olahraga low impact adalah latihan yang tidak menuntut kekuatan tubuh secara ekstrem atau berlebihan. Gerakan olahraga low impact lebih terkontrol, lembut, dan tenang. Latihan ini sangat cocok bagi orang yang memiliki masalah sendi, cedera ringan, atau lansia yang ingin menjaga kebugaran tubuh tanpa risiko cedera yang tinggi.
Walaupun tampak ringan dan simpel, olahraga ini efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, kelenturan, keseimbangan tubuh, dan membakar kalori. Keuntungan utama dari olahraga low impact yaitu mampu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang, tanpa memperburuk kondisi sendi, otot, dan tulang.
Manfaat Olahraga Low Impact
Olahraga menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari gaya hidup sehat, namun di era saat ini banyak orang yang kesulitan karena takut cedera dan tidak punya waktu. Olahraga low impact sangat cocok diterapkan di era modern saat ini sebagai healing dari kehidupan yang serba cepat. Berikut beberapa manfaat olahraga low impact:
1. Meminimalisir Risiko Cedera
Olahraga high impact seperti berlari, lompat, atau angkat beban dapat memiliki hasil cepat dalam kebugaran fisik, namun dapat memberikan tekanan yang tinggi terhadap tubuh terutama sendi lutut, pinggul, dan punggung. Misalnya berlari yang efektif membakar kalori, tetapi bisa menyebabkan dampak jangka panjang yang merusak sendi lutut jika dilakukan tanpa teknik yang benar.
Aktivitas seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga memiliki gerakan yang lebih lembut dan tidak melibatkan benturan keras pada tubuh. Bagi orang yang memiliki riwayat cedera atau masalah tulang dapat tetap berolahraga dengan rutin karena beban yang didapat lebih ringan.
2. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Meskipun dilakukan dengan gerakan yang lambat, olahraga low impact dapat memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan kapasitas paru-paru, dan menurunkan tekanan darah. Latihan ini dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan.
Melakukan olahraga yang ringan namun konsisten, dapat menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang, menurunkan risiko penyakit jantung, dan menjaga stamina tubuh.
3. Cocok untuk Semua Usia
Olahraga low impact sangat ideal untuk berbagai kalangan usia, karena gerakannya yang perlahan dan ringan. Olahraga jenis ini juga cocok untuk lansia yang sudah mengalami penurunan tulang, sendi, dan kekuatan tubuh. Faktanya, lansia tetap membutuhkan olahraga untuk meningkatkan fleksibilitas, mengurangi rasa nyeri, dan kaku pada tubuh.
Latihan ini juga cocok bagi orang yang baru memulai berolahraga. Banyak orang yang merasa takut atau ragu untuk mencoba olahraga intensitas tinggi karena khawatir cedera atau tidak bisa mengikuti. Orang yang pemula dalam olahraga bisa memulai dengan gerakan yang sederhana dan secara perlahan meningkatkan intensitasnya sesuai dengan kondisi tubuh.
Jenis-Jenis Olahraga Low Impact
Bagi sebagian orang yang merasa tidak familiar dengan aktivitas olahraga, melakukan latihan yang ekstrem dan melelahkan akan menjadi tantangan dan beban tersendiri sehingga malas untuk olahraga. Olahraga low impact bisa menjadi opsi bagi orang yang baru memulai olahraga dan takut risiko cedera. Berikut beberapa rekomendasi olahraga low impact untuk kamu:
1. Pilates
Pilates adalah olahraga yang berfokus pada menguatkan otot inti, fleksibilitas, dan keseimbangan. Latihan yang satu ini dilakukan dengan gerakan yang halus dan terkontrol.
Gerakan pilates mengutamakan postur tubuh dan aliran nafas, yang bisa memberikan manfaat besar bagi orang yang ingin memperbaiki postur dan fleksibilitas tanpa memberi tekanan besar pada tubuh. Selain itu, pilates dapat dilakukan untuk mengurangi ketegangan otot.
2. Yoga
Yoga adalah latihan yang dapat menyeimbangkan tubuh dan pikiran. Olahraga ini menggabungkan gerakan tubuh, kontrol pernafasan, dan meditasi. Yoga memiliki beberapa jenis seperti Hatha Yoga dan Vinyasa Yoga yang memiliki gerakan lebih lembut dan dapat dilakukan semua orang, termasuk lansia dan orang yang baru memulai olahraga.
Yoga memiliki beberapa manfaat di antaranya dapat mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan fleksibilitas tubuh, meningkatkan keseimbangan dan postur tubuh, dan efektif untuk memperbaiki kualitas tidur.
3. Jalan Cepat
Aktivitas yang disebut juga power walking ini efektif dalam membakar kalori. Olahraga ini memberikan manfaat kardiovaskular dengan risiko yang minim. Power walking dilakukan dengan kecepatan tinggi, tetapi tidak memerlukan energi besar seperti berlari. Meski terlihat simpel dan sederhana, jalan cepat dapat membakar kalori sekitar 300-400 kalori per jam.
Jalan cepat memiliki manfaat di antaranya meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, membantu menurunkan berat badan, memperbaiki postur, meningkatkan keseimbangan, dan meningkatkan imun tubuh.
Itulah manfaat dan rekomendasi olahraga low impact yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baca juga “Gak Lagi Skip Olahraga! Micro Workout Solusi untuk Kamu yang Sibuk” untuk cari tahu olahraga yang cocok dilakukan di mana saja dan kapan saja!