Kesehatan mental yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan fisik menjadi lebih berisiko terjangkit penyakit yang tidak bisa kita prediksi kapan dan dimana penyakit tersebut akan datang. Kesehatan mental dapat mempengaruhi kemampuan dan kualitas kamu saat menjalani aktivitas sehari-hari. Tekanan hidup dan produktifitas pekerjaan yang kamu jalani setiap hari dapat teratasi dengan baik jika kesehatan mental yang kamu miliki tidak terganggu. 

Definisi Kesehatan Mental

Kesehatan mental yang baik merupakan keadaan psikologis yang berada pada kondisi tentram atau tenang. Kondisi ini membantu kamu beradaptasi dengan baik di lingkungan baru dan menghadapi tantangan dengan kemampuan yang seimbang. Kesehatan mental yang baik memungkinkan kamu untuk tampil lebih percaya diri dan siap menjalani produktivitas sehari-hari.

Penyebab Terjadinya Gangguan Mental

Gangguan mental timbul oleh berbagai faktor seperti faktor biologis dan faktor psikologis, berikut ini penyebab umum terjadinya gangguan mental.

Faktor Biologis

Dorongan ini timbul dalam diri individu sendiri, gangguan mental dapat timbul akibat kerusakan pada fungsi fisik. 

  • Ketidakseimbangan neurotransmisi : Bahan kimia yang membantu komunikasi antar sel saraf ini dapat mempengaruhi mood, emosi, dan perilaku manusia. Hal inilah yang menyebabkan gangguan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, dan skizofrenia. 
  • Infeksi : Terjangkit bakteri yang dapat mempengaruhi otak seperti bakteri streptococcus yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infections (PANDAS). Kondisi ini memicu gangguan motorik, kognitif, dan emosional manusia. 
  • Cedera otak : Kelainan bawaan atau terjadi cedera pada otak dapat mengganggu perkembangan pada otak. Cedera otak akibat kecelakaan dan kekerasan benda tumpul juga berdampak bagi masalah kesehatan mental manusia. Kondisi ini umumnya menyebabkan gangguan mental seperti Stress Pasca Trauma (PTSD), depresi, dan kecemasan. 
  • Hipoksia : Kekurangan oksigen pada otak bayi selama proses persalinan dapat memicu kerusakan otak. Kondisi ini dapat menimbulkan cerebral palsy, gangguan perkembangan pada bayi, dan masalah kesehatan mental di kemudian hari. 
  • Riwayat keluarga : Faktor genetik mengambil peran besar dalam penyebab terjadinya gangguan mental pada manusia. Risiko memiliki gangguan mental lebih tinggi jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat gangguan mental yang sama. 
  • Penyalahgunaan obat-obatan : Zat adiktif seperti NAPZA, apabila kamu gunakan dalam jangka waktu yang panjang akan menyebabkan kerusakan pada fungsi otak dan memicu masalah mental lainnya. Zat seperti heroin dan kokain mampu mengubah struktur dan fungsi otak, mengganggu neurotransmisi, dan menimbulkan rasa kecanduan pada pemakai. 
  • Nutrisi yang buruk : Kekurangan nutrisi menyebabkan gangguan fungsi pada otak, mempengaruhi produksi neurotransmisi, dan meningkatkan risiko gangguan mental. Pastikan kamu memenuhi nutrisi esensial seperti vitamin, mineral, dan asam lemak omega-3 agar terhindar dari risiko gangguan mental. 

Faktor Psikologis

Selain faktor biologis, masalah mental juga berasal dari faktor psikologis. Berikut ini penyebab gangguan mental berdasarkan faktor psikologis. 

  • Traumatik : Peristiwa yang melibatkan kekerasan fisik, pelecehan seksual, kehilangan orang tersayang, merasa ditinggalkan sedari kecil. Kondisi ini berdampak selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup. 
  • Keterampilan sosial yang kurang : kemampuan bergaul dan membangun hubungan sosial yang sehat dengan orang lain dapat membantu kesehatan mental kamu menjadi sehat. Apabila kamu merasa terisolasi dari lingkungan sosial, maka gangguan mental seperti depresi, borderline personality disorder, dan gangguan kecemasan dapat menjangkit kesehatan mental kamu dengan mudah. 
  • Perasaan negatif pada diri sendiri : Perasaan rendah diri, pesimis, mudah marah, dan sering merasa kesepian merupakan penyebab paling umum seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan mental. Anxiety atau perasaan takut atau khawatir pada sesuatu yang belum terjadi secara berlebihan dapat menghambat aktivitas harian kamu dan memicu masalah lain pada kesehatan dalam dirimu. 

Jenis-Jenis Gangguan Mental

Berikut ini beberapa jenis gangguan mental berdasarkan penyebab dan kondisi kesehatan mental seseorang. 

Depresi

Ketika kamu merasakan sedih, lesu, kehilangan minat dalam melakukan aktivitas apapun, kesulitan tidur, tidur berlebihan, dan mengalami perubahan berat badan secara drastis. Mengalami depresi dapat mempengaruhi kinerja kamu saat menjalani aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, atau kuliah. 

Skizofrenia

Skizofrenia merupakan masalah mental kronis yang mempengaruhi cara seseorang saat berpikir, merasakan, dan berperilaku. Gejala utama jika mengalami kondisi ini adalah delusional, mempercayai sesuatu yang salah bahkan tidak realistis. Gangguan mental ini memicu perasaan paranoid, halusinasi, dan tidak bisa membedakan realitas dengan yang palsu.   

Kecemasan

Gangguan kecemasan diawali dengan gejala mudah panik, fobia terhadap lingkungan luar, dan perasaan cemas berlebih pada sesuatu yang belum terjadi. Masalah kesehatan ini juga memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan fisik seperti ketegangan otot-otot tubuh dan kesulitan berkonsentrasi saat beraktivitas seharian. 

Bipolar

Gangguan mental yang satu ini menyerang perasaan sedih atau gembira seseorang untuk bereaksi berlebihan. Euforia dan iritabilitas menjadi salah satu gejala seseorang terjangkit bipolar. Perubahan suasana hati yang terjadi dengan cepat dan berlangsung selama beberapa minggu, bulan, bahkan tahun. 

Obsesif Compulsif Disorder

OCD atau Obsesif Compulsif Disorder memiliki pemikiran obsesif yang tidak diinginkan. Gejala pada gangguan mental ini berupa perilaku berulang (kompulsi), merasa harus melakukan sesuatu secara berulang untuk mengurangi rasa kecemasan. Ketakutan terhadap kuman membuatnya mencuci tangan secara berulang sampai menimbulkan luka fisik. 

Gangguan Kepribadian

Saat perilaku yang ditunjukkan tidak fleksibel dan memperburuk kesehatan mental seseorang, gangguan ini disebut sebagai gangguan kepribadian. Kondisi ini menghambat seseorang dengan penyesuaian diri di lingkungan baru. Contoh gangguan kepribadian yakni borderline personality disorder, narsistik, dan anti-sosial. 

Sindrom Tourette

Kondisi ini sering dialami seseorang pada masa kanak-kanan dan bisa berlanjut menuju usia dewasa. Gangguan neurologis yang ditandai dengan tics motorik dan vokal yang berulang dan tidak disengaja. Tics motorik dapat berupa kedipan mata atau gerakan tangan, sementara tics vocal berupa suara dan pengucapan kata-kata yang sulit dikontrol. 

Psikosomatis

Setiap kali seseorang mengalami stres dan gangguan mental lainnya, kondisi ini dapat memanifestasikan dirinya dan merubah stres psikologis menjadi rasa sakit fisik. Gejala seperti sakit kepala, sakit perut, dan nyeri otot yang tidak dapat dijelaskan oleh kondisi medis lain merupakan bentuk gejala fisik akibat gangguan mental psikosomatis. 

Factitious

Motivasi untuk mendapatkan perhatian dan simpati lebih dari orang lain, melibatkan derita yang dialami individu dan orang lain. Gangguan mental ini dengan sengaja melebih-lebihkan gejala penyakit fisik maupun mental dalam dirinya dan orang lain agar seluruh perhatian mayoritas lingkungan nya dapat mendukung tujuan yang tidak sehat. 

Disosiatif

Masalah kesehatan mental ini dikenal dengan sebutan kepribadian ganda, individu memiliki 2 atau lebih kepribadian yang terpisah. Gangguan disosiatif ini mempengaruhi identitas, memori, dan kesadaran individu menjadi pecah atau berantakan. Gangguan ini terpicu akibat trauma berat di masa kanak-kanak. 

Stres Pasca Trauma (PTSD)

Gejala yang ditimbulkan saat mengalami PTSD adalah kilas balik kenangan buruk, kecemasan berat, pikiran yang tidak dapat dikendalikan, dan mimpi buruk yang berlebihan. Gangguan mental ini timbul akibat peristiwa traumatis yang membekas di dalam pikiran individu. 

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

ADHD sering didiagnosis pada anak-anak, namun mayoritas penderita gangguan mental ini berlanjut sampai umur dewasa seseorang. Gejala yang dirasakan oleh penderita ADHD yaitu kesulitan mempertahankan perhatian, hiperaktif, dan perilaku impulsif. 

Cara Mengatasi Gangguan Mental

Tentu saja setiap gangguan mental memiliki jalan keluar dan solusi terbaik untuk kesehatan mental kamu. Berikut ini 7 cara mengatasi gangguan mental tanpa obat untuk kamu!

Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Cara Mengatasi Gangguan Mental_Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri_banner

Kurangnya perhatian dapat memicu masalah kesehatan mental dalam diri kamu, tidak perlu menunggu orang lain untuk melakukan hal tersebut. Hanya dirimu sendiri yang mengetahui apa yang sedang kamu alami dan kamu rasakan saat mengalami masalah mental tersebut. Lakukan aktivitas kesukaan kamu untuk menghabiskan waktu berharga dengan baik. 

Ketika kamu melakukan sesuatu hal yang kamu sukai, semua pikiran negatif yang dapat mempengaruhi mental kamu dapat pudar dan hilang. Kamu bisa mencoba hobi baru seperti hiking, jogging, membaca buku baru, menciptakan resep makanan baru, melukis, ataupun membersihkan rumah. 

Menulis Jurnal

Cara Mengatasi Gangguan Mental_Menulis Jurnal_banner

Cara agar kamu dapat mengontrol emosi dan mengelolanya dengan baik adalah journaling. Kamu bisa menulis apapun yang ada di dalam pikiran kamu ke atas kertas menggunakan alat tulis untuk meluapkan emosi yang tertahan dalam diri kamu. Perasaan yang sulit kamu ucapkan ketika kamu tuliskan di atas kertas membuat kamu lebih memahami dengan baik atas apa yang sedang kamu alami saat ini. Menulis jurnal membantu kamu memilih pola pikir negatif dan menggantikannya dengan perspektif yang lebih positif untuk membangun pemikiran sehat dalam diri kamu. 

Ucapkan dan Terapkan Kalimat Positif

Cara Mengatasi Gangguan Mental_Ucapkan dan Terapkan Kalimat Positif_banner

Setiap gejala pada gangguan mental kamu muncul, ucapkan dan terapkan afirmasi positif untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri dan mengurangi gejala tersebut untuk tetap muncul. Afirmasi seperti “saya pasti bisa mengatasi masalah ini” atau “saya layak untuk mendapatkan kebahagiaan” dapat memicu perasaan tenang dan pemikiran optimis dalam diri kamu. Cara sederhana ini efektif meredakan kecemasan dan memperkuat kesehatan mental kamu. 

Interaksi dengan Orang Terdekat

Cara Mengatasi Gangguan Mental_Interaksi dengan Orang Terdekat_banner

Dukungan sosial merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Mempertahankan hubungan baik dengan keluarga dan teman terdekat atau membangun relasi dengan orang baru dapat membantu kamu menjaga kesehatan mental. Cara ini menimbulkan rasa aman, mengurangi rasa kesepian, dan memberikan tempat untuk berbagi masalah serta saling memberi nasihat. Kamu juga dapat melakukan aktivitas seru bersama orang terdekat untuk mengatasi pikiran negatif dalam diri. 

Kualitas Tidur yang Baik

Cara Mengatasi Gangguan Mental_Kualitas Tidur yang Baik_banner

Pastikan kamu memiliki kamar tidur dengan alas yang nyaman, suhu ruangan yang hangat, aroma yang harum untuk kamu hirup saat tidur untuk meningkatkan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk mampu memperburuk gejala pada gangguan mental yang kamu miliki. Namun, kamu harus menjaga rutinitas tidur yang konsisten dan menghindari konsumsi kafein, alkohol, dan makan berat sebelum tidur. 

Meditasi

Cara Mengatasi Gangguan Mental_Meditasi_banner

Teknik paling efektif untuk meredakan masalah kesehatan mental ini bermanfaat untuk melatih tingkat fokus dan perhatian kamu saat berhadapan dengan gejala yang muncul. Meditasi seperti yoga, meditasi guided, ataupun meditasi body scan melalui platform Youtube atau mengikuti kelas berbayar bersama seorang profesional. Meditasi mampu memberikan rasa tenang, meningkatkan perasaan damai, dan mengurangi kecemasan berlebih pada diri kamu. 

Konsultasi dengan Ahli Medis

Cara Mengatasi Gangguan Mental_Konsultasi dengan Ahli Medis_banner

Apabila gejala pada gangguan mental yang kamu alami masih berlanjut atau memburuk, segera cari bantuan dari ahli media seperti psikiater dan psikolog. Kamu bisa mendapatkan informasi dan solusi detail untuk mengatasi masalah kesehatan mental secara akurat. Konsultasi dengan ahli medis merupakan cara terakhir kamu mendapatkan perawatan yang tepat, termasuk penggunaan obat-obatan yang disesuaikan jika diperlukan. 

Baca juga : 5 Minuman Vitamin C Ini Bisa Kamu Jumpai Di Minimarket Terdekat

Itu tadi, informasi mengenai kesehatan mental dan cara mengatasi gangguan mental dan gejala yang ditimbulkan. Tidak disarankan untuk mendiagnosis secara individu dan diharapkan berkunjung ke para ahli untuk mendapatkan informasi lebih mendalam. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu!